Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Ia adalah
orang yang hidup dalam kecurangan, penipuan dan ketidak jujuran. Banyak orang
di sekitarnya yang tidak suka dengan Zakheus dan ia di cap sebagai orang
berdosa. Suatu saat Yesus dan murid-muridnya melintasi kota Yerikho. Sebelum Ia
melewati kota Yerikho Yesus menyembuhkan orang buta dan berita itu didengar
oleh Zakheus. Saat mendengar berita itu zakheus ingin berjumpa dengan Yesus.
Berjumpa ‘genorise’ memiliki arti dengan sengaja ingin bertemu. Dalam bahasa
Inggrisnya berjumpa sama halnya dengan ‘to meet’. Zakheus ingin sekali bertemu
dengan Yesus saat itu.
Pada awalnya Yesus hanya lewat dan tidak berniat
singgah di Yerikho. “Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi
kota itu.” Lukas 19:1. Dalam ayat tersebut jelas dikatakan ‘Yesus berjalan
terus melintasi kota itu’ dalam bahasa Inggrisnya ‘enter and pass through’.
Dari ayat ini kita tahu bahwa Yesus tidak berniat singgah di kota Yerikho. Tetapi
Zakheus ingin sekali berjumpa dengan Yesus. “Ia berusaha untuk melihat orang
apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya
pendek.” Lukas 19:3. Zakheus tidak bisa melihat Yesus karena tubuhnya yang
pendek dan banyak orang yang tidak suka dengan dia. Seandainya ia baik pasti
orang-orang dengan senang memberi jalan buat dia. Tapi dalam kisah ini akhirnya Yesus singgah di
Yerikho dan menginap di rumah Zakheus. Yesus melihat hati Zakheus yang
sungguh-sungguh ingin bertemu dengan Yesus.
Sebelum bertemu Yesus, Zakheus adalah orang yang
berdosa dan orang sekitar juga menghakimi dan mengecap Zakheus sebagai orang
berdosa. Tetapi saat ia bertemu Yesus ada pemulihan dalam kehidupan Zakheus.
Begitu juga dengan hidup kita, siapapun kita, sebesar apapun dosa dan kesalahan
kita, saat kita mau berjumpa dengan Yesus maka Yesus akan memutihkan hidup kita
seputih salju. Walaupun dalam kerumunan orang banyak, Yesus mengetahui kalau
Zakheus ingin berjumpa denganNya dan Yesus pun juga rindu berjumpa dengan
Zakheus. Saat ada keselarasan hati maka Yesus Singgah ke rumah Zakheus. Begitu
juga dengan hidup kita, jika kita mau Yesus ada di hati kita maka milikilah
keselarasan hati dengan Tuhan. Adakah kita mau menyiapkan hati kita agar Yesus
mau singgah dan tinggal di hati kita? Ada beberapa kedahsyatan yang akan kita
alami saat kita memiliki keselarasan hati dengan Tuhan Yesus.
1. Mengalami hati yang penuh dengan sukacita
“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia
melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku
harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus
dengan sukacita.” Lukas 19:5-6. Dari perjumpaan Zakheus dengan Yesus, Zakheus
merendahkan diri serendah-rendahnya dan tidak melihat jabatan dia lagi, ia rela
melakukan apapun untuk bertemu Yesus. Zakheus rela memanjat pohon dan tidak
mempedulikan sekitar karena ada sukacita dalam hatinya saat ia bertemu Yesus.
Orang yang bertemu Yesus tidak peduli dengan kehidupan lamanya dan juga tidak
peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang lain kepadanya. Saat berjumpa
Yesus, Zakheus merasa ada yang mau menerima dirinya. Setiap kita pasti memiliki
masa lalu yang kelam saat belum bertemu dengan Yesus. Mungkin hidup kita
seperti Zakheus orang yang berdosa dan sering melakukan kecurangan dalam
kehidupan kita. Tetapi jika kita melihat kisah Zakheus, saat ia bertemu Yesus
ada pertobatan yang terjadi dalam hidup Zakheus.
2. Berubah Fokus dan menjadikan Yesus
segala-galanya dan hidup dalam kasih
“Tetapi semua orang yang melihat hal itu
bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari
milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang
kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Lukas 19:7-8.
Orang yang tadinya cinta uang, tiba-tiba saat bertemu Yesus, ia rela
menyerahkan uangnya dan menjadi miskin . Untuk Yesus ia melakukan segalanya.
Zakheus berani melakukan tindakan iman saat bertemu dengan Yesus. Ia rela
menghabiskan hartanya untuk Tuhan. Sudahkah kita melakukan tindakan seperti
zakheus ini? Saat bertemu Yesus, ia menyerahkan apa yang ia senangi seluruhnya.
Tidak gampang melakukan hal seperti Zakheus. Ditulisnya kisah Zakheus dalam
Alkitab membuktikan bahwa Zakheus adalah orang yang luar biasa di hadapan
Tuhan. Ada perubahan dan pertobatan saat Zakheus bertemu dengan Tuhan.
3. Terjadi keselamatan di tengah keluarga
“Kata Yesus kepadanya: "Hari ini
telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”
Lukas 19:9. Perjumpaan dengan Tuhan membuat seisi rumah diselamatkan oleh Tuhan.
Satu orang berjumpa dengan Yesus maka seluruh keluarga akan diselamatkan dan
diberkati. Saat kita berjumpa dengan Yesus maka kita akan memiliki kapasitas
yang besar dan Tuhan akan memberkati kita secara luar biasa. Tuhan akan
memberkati kita dengan berkat-berkat ilahi, yang Tuhan inginkan adalah agar kita
memiliki kapasitas besar untuk menerima berkat-berkat ilahi tersebut. Tuhan kita
dahsyat oleh sebab itu saat Tuhan memberkati kita pasti berkat itu bukan hanya
berkat yang biasa-biasa saja tetapi berkat yang luar biasa. Yang menjadi
masalah adalah daya tampung kita. Sudahkah kita memiliki daya tampung yang
besar? Zakheus mengosongkan kehidupannya agar Tuhan mengisi hidupnya dan
memperbesar kapasitasnya. Yang penting adalah keselarasan hati kita dengan Tuhan.
Perjumpaan dengan Tuhan adalah hal yang mutlak dan keharusan buat setiap
anak-anak Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar