Senin, 14 Maret 2016

Siapa Orang Benar Yang Doanya Dijawab Tuhan



“Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." 1 Petrus 3:12. Tuhan menjanjikan penyertaan yang sempurna kepada setiap kita. Sebab Tuhan memperhatikan setiap aspek kehidupan orang benar dan mendengarkan setiap doa-doanya. Jadilah orang-orang yang benar dihadapan Tuhan. Bagaimana caranya agar kita menjadi orang benar dan Tuhan menjawab doa-doa kita? “Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.” 1 Petrus 3:11. Untuk menjadi orang yang benar dihadapan Tuhan kita harus menjauhi yang jahat. Jauhi yang jahat berasal dari kata ‘Ekrinokakos” yang memiliki arti menundukan diri sendiri. Orang yang hebat adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Karena kejahatan muncul dari dalam diri manusia dan kejahatan hanya bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri. Lebih mudah mengalahkan orang lain daripada mengalahkan diri kita sendiri. Karena berbicara mengalahkan diri kita sendiri berarti mengalahkan segala nafsu, dosa dan keinginan daging kita.  Perubahan itu bukan datang dari luar tetapi perubahan itu datangnya dari dalam. Kalahkanlah kejahatan yang ada di dalan diri setiap kita. Kejahatan yang bagaimana yang harus kita kalahkan dan pukul mundur?
1.       Membalas Kejahatan dengan Kejahat
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Roma 12:17. Orang yang jahat adalah orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan. Dunia mengajarkan kita berbuat baiklah kepada orang yang baik kepada kita tetapi Alkitab berkata tidak hanya kepada orang baik saja kita berbuat baik tetapi kepada orang yang berbuat jahat kepada kita pun berbuatlah baik juga. Jadilah orang yang benar yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi orang yang membalas kejahatan dengan kebaikan.
2.       Tidak Dapat Mengekang Lidah
“tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.” Yakobus 3:8. Lidah digambarkan seperti binatang buas yang harus kita jinakan. Orang bisa membunuh dan bunuh diri akibat lidah. Walau sudah dikurunng dengan rahang yang kuat, tulang pipi dan juga gigi tapi sulit bagi orang bisa menjinakan lidah. Hanya kita sendiri yang bisa menjinakan lidah kita. Pakailah lidah kita untuk sesuatu yang baik. Kejahatan timbul karena lidah yang tak terkuasai. Pakailah lidah kita untuk memberkati orang dan jadilah orang baik agar doa kita didengar Tuhan.
3.       Menyimpan Kesalahan Orang lain
“Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.” 1 Korintus 13:5. Orang yang jahat adalah orang yang menyimpan kesalahan orang lain. Tidak hanya itu saja tetapi orang jahat adalah orang yang tidak sopan, mencari keuntungan sendiri dan suka marah-marah. Semua itu dihadapan Tuhan adalah hal yang menjijikan dan jahat di mata Tuhan. Alkitab mengajarkan kita agar kita meninggalkan itu semua.
4.       Mencaci Maki Orang Lain
“dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” 1 Petrus 3:9-10. Yang dimaksud orang yang jahat di dalam 1 Petrus adalah orang yang suka mencaci maki orang lain. Semua orang diciptakan oleh Tuhan baik adanya, saat kita mencaci maki saudara kita berarti secara tidak langsung kita juga menghina ciptaan Tuhan yang mulia. Belajarlah untuk tidak mencaci maki orang lain dan jadilah orang yang baik dimata Tuhan.
5.       Merusak yang Baik
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Korintus 13:33. Orang yang jahat adalah orang yang merusak sesuatu yang sudah baik. Merusak kebiasan baik memiliki arti yang sama dengan 1 Petrus 3:11 yaitu “kakos” sesuatu yang jahat yang merusak kebiasaan baik. Fenomena yang terjadi sekarang seperti LGBT merupakan hasil dari pergaulan yang buruk, sehingga apa yang baik dirusaknya. Saat sesuatu sudah rusak maka generasi kebawa juga akan ikut rusak. Mulailah dari pendekatan keluarga. Biarlah pergaualan dan hubungan setiap ikita dikeluarga semakin baik sehingga kita bisa menerapakan pergaulan yang baik buat sekitar. Banyak anak-anak yang mulai rusak dan menyimpang moralnya karena tidak ada figur Bapa dan pendampingan seorang ibu. Saat kita salah bergaul maka hal itu akan merusak generasi kita. Kata “sesat “ dalam 1 Korintus 13 memiliki arti “planao”, “plane” yang memiliki arti perbuatan yang tidak wajar seperti halnya LGBT. Ingatlah pergaulan kita menentukan generasi kita ke depan.

Jadilah orang yang baik dimata Tuhan dan tinggalkan yang jahat ““Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." 1 Petrus 3:12.

Tetap Naik dan Bukan Turun



“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,” Ulangan 28:13. Menjadi kepala adalah sebuah ketentuan Tuhan buat setiap kita. Mengapa Tuhan mengangkat kutuk setiap kita di atas kayu salib dan menggantikannya dengan berkat? Agar kita menjadi kepala bukan ekor. Ulangan 28:13 adalah ketentuan Tuhan buat setiap kita. Ketentuan itu harus kita sepakati, semua tergantung setiap kita apa kita mau atau tidak untuk menerima ketentuan itu.  Setiap kita akan tetap ‘naik’ dan bukan turun, Naik berbicara tentang sebuah gunung, Yohanes 34:26 berbunyi “Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat.” Sebagai orang Kristen kita harus berada di gunung Tuhan. “Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." Kejadian 22:14. Di atas gunung Tuhan kita akan disediakan oleh Tuhan. Jadi apa yang harus kita lakukan? Kebanyakan orang Kristen mencari Tuhan di tempat-tempat rendah. Kita harus mencari Tuhan di tempat tinggi, kita harus mencari Tuhan di gunungnya Tuhan. Saat bangsa Israel di suruh menguduskan diri karena Tuhan mau berbicara hanya Musa saja yang naik ke atas gunung dan Kemuliaan Tuhan memenuhi Musa.
Dalam perjalanan hidup kita Tuhan menetapkan setiap kita untuk berhasil, Tuhan menentukan setiap kita untuk tetap naik dan berada di atas. Oleh karena itu kita harus menjadi pendaki-pendaki gunungnya Tuhan. Beberapa hal yang perlu yang kita miliki dan lakukan agar kita bisa berada di gunung Tuhan adalah:
1.    Iman
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:6. Setiap kita harus memiliki iman. Mendaki gunung itu tidak mudah jadi diperlukan iman yang kuat dan percaya bahwa di atas gunung ada sesuatu yang indah dan layak dikejar. Milikilah iman dan keperecayaan yang benar untuk kita berada di atas gunung Tuhan.
Begitu juga saat kita datang ke gereja, miliki iman bahwa saat kita ke gereja kita memperoleh berkat-berkat rohani dari Tuhan. Dalam melakukan apapun kita harus punya tujuan. Amsal mengatakan Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan sebuah tujuan. Di Dalam Tuhan ada masa depan yang indah buat setiap kita. Sudahkan kita melihat hal yang besar saat bersama Tuhan? Milikilah iman yang kuat karena dasar dari iman adalah mengenal. Kenalilah Bapa kita di surga, kebanyak orang percaya sering ke gereja tetapi masih takut menghadapi masa depan. Mereka masih belum mengenal Tuhan. “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” Kejadian 13:14-15. Lihatlah masa depan yang indah di dalam Tuhan.
2.    Percaya Pada Kasih Tuhan
Bagaimana kita bisa mengenal Allah dan meyakini semua itu? Yakin bahwa ada masa depan yang indah di dalam Tuhan? “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,” Efesus 2:8. Keselamatan yang kita terima adalah pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Semua karena kasih karunia Tuhan. Keselamatan saja Tuhan beri buat setiap kita, apalagi mengangkat kita dari bawah ke atas. Percayalah pada kasih Tuhan, kasih Tuhan akan memberikan apa yang kita perlukan. Saat kita mencari pasti kita akan mendapatkan, saat kita mengetuk pasti pintu akan Tuhan bukakan. Dia adalah Bapa yang kekal yang akan menyediakan dan memberikan apa yang kita perlukan dalam hidup kita. Percayalah bahwa Firman Tuhan akan terjadi dio dalam hidup kita.
3.    Roh Kudus
Setiap kita butuh pertolongan Roh Kudus di dalam kehidupan kita. Setiap kita butuh tuntunan dalam hidup ini selangkah demi selangkah, biarlah Roh kudus yang menuntun hidup setiap kita. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,” Yohanes 14:16. Roh Kudus akan selalu menuntun kehidupan kita, Dalam hidup ini kita butuh tuntunan Roh Kudus. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita mau dituntun dan dibimbing oleh Roh Kudus atau kita hidup dan berjalan menurut kehendak kita sendiri? Biarlah Roh Kudus yang menuntun hidup kita. Saat hidup kita dipimpin Roh Kudus maka kita akan diutuntun untuk pergi ke gunungnya Tuhan. Roh Kudus akan menuntun kita untuk semakin naik dan bukan turun.
4.    Lepaskan Beban yang Tidak Perlu di Bawa
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1. Jika kita ingin naik ke gunung Tuhan, tanggalkan semua beban yang ada pada kita. Kepahitan, iri hati, dendam, dosa tanggalkanlah semua itu. Tingalkan hal-hal yang tidak berkenan di dalam hidup kita. Biarlah lewat mulut kita keluar berkat bukan kutuk, biarlah seluruh aspek kehidupan kita bisa menjadi berkat bukan malah menjadi batu sandungan buat orang lain. Jagalah hati kita karena dari kita terpancar kehidupan. “Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” 2 Korintus 4:13. Katakan apa yang kita percaya. Katakan Janji-janji Tuhan di dalam hidup kita maka hal itu yang akan terjadi di dalam hidup kita.

Senin, 22 Februari 2016

Hadirat Allah



Segala sesuatu diciptakan Allah dan segala sesuatu ada untuk kemuliaan Allah. Allah bisa melakukan segala sesuatu tetapi satu hal saja yang tidak bisa dilakukan Tuhan Allah yaitu menyembah dirinya sendiri.  Oleh sebab itu Allah mencari penyembah dan pemuji yang benar. “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” Mazmur 22:4. Allah bersemayam di atas puji-pujian umatnya. Lewat puji-pujian yang kita naikan di hadapan Tuhan mujizat bisa terjadi. Selain bertahta di atas puji-pujian, Yesaya mengatakan bahwa Allah bersemayam di hati-hati yang hancur dan rapuh. “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Yesaya 57:15.
                Hadirat Allah sangat dasyat dan membuat setiap kita tidak tahan untuk berdiri. “Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.” 2 Tawarikh 5:13-14. Saat hadirat Allah turun setiap imam-imam tidak tahan berdiri dan tersungkur di hadapan Allah. Saat hidup kita benar dan kita tinggal dalam kekudusan, kita bisa menghadirkan hadirat Allah lewat setiap pujian dan penyembahan kita.
                Allah kita adalah Allah yang Maha Hadir. “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.” Mazmur 139:6-10. Kita tidak bisa lari dari hadirat Tuhan. Karena Tuhan kita maha hadir di segala tempat. Ingat dimanapun kita berada disitu ada Tuhan. Perhatikan sikap kita dan biarkan Tuhan mendapati kita sempurna dimanapun kita berada.
                Allah juga hadir dimana ada dua tiga orang berkumpul di dalam namaNya. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Matius 18:20. Dua tiga orang ini berbicara juga tentang sebuah keluarga dimana terdapat suami, istri dan anak. Allah akan hadir di tengah-tengah keluarga saat ada kesatuan antara keluarga. Iblis mulai merusak hubungan  keluarga-keluarga Kristen hari-hari ini, oleh sebab itu jaga keluarga kita dan usahakan ada pemulihan yang terjadi di tengah-tengah keluarga kita. Kehadiran Allah juga dinyatakan secara umum seperti kisah tiang awan dan tiang api yang menyertai bangsa Israel. Saat tiang awan atau tiang api bergerak maka berjalanlah bangsa Israel tetapi saat tiang itu berhenti, berhentilah mereka. Tiang awan dan tiang api adalah lambang hadirat Tuhan yang menyertai bangsa Israel. Hal seperti itu pun bisa terjadi di tengah-tengah keluarga kita dan di dalam kehidupan kita. Bagaimana kita bisa mengalami hadirat Tuhan, ada tiga hal yang perlu kita perhatikan:
1.       Berdiam Diri
“"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela” Mazmur 46:11-12. Agar kita mengalami hadirat Tuhan dalam hidup kita, berdiam dirilah ditengah-tengah kesibukan kita. “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” 1 Petrus 4:7. Berdiam dirilah dan datanglah kehadirat Tuhan agar kita mengalami hadirat Tuhan.
2.       Berbicara di Dalam Doa
Setelah berdiam diri, berbicaralah di dalam doa kepada Tuhan. Doa adalah komunikasi dua arah antara kita dan Tuhan. Tidak hanya kita saja yang aktif berbicara tetapi ada waktunya kita diam untuk mendengar suara Tuhan. Berdoalah jangan fokus kepada diri sendiri. Seperti halnya genggaman tangan. Saat kita menggenggam tangan, ibu jarilah yang dekat dengan kita, ibu jari mengingatkan kita untuk berdoa kepada orang-orang yang dekat dengan kita yaitu keluarga kita. Jadi pertama berdoa buat keluarga kita, setelah itu jari telunjuk, jari telunjuk berbicara tentang guru-guru dan pengajar yang ada. Baik itu guru-guru yang telah berjasa kepada kita maupun hamba-hamaba Tuhan yang mengajarkan kita kebenaran rohani kita. Setelah itu jari tengah, jari tengah berbicara tentang otoritas tertinggi yaitu pemimpin rohani kita, gembala dan hamba-hamba Tuhan yang lain dan juga pemimpin-pemimpin bangsa, kota dan setiap pemimpin-pemimpin yang ada. Setelah itu jari manis, jari yang sulit untuk kita angkat, jari ini melambangkan setiap orang yang berbeban berat dan mengalami masalah ataupun musibah, “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” Yesaya 61:1-3. Baru terakhir kita berdoa buat jari kelingking yaitu diri kita sendiri. Jangan fokuskan doa kita untuk diri kita tetapi biarlah diri kita menjadi prioritas terakhir di dalam setiap doa kita.
3.       Bisikan Roh atau Kepekaan Lebih
Selain berdiam diri dan berdoa, kepekaan kita akan sesuatu juga akan menentukan setiap kita untuk mengalami hadirat Tuhan. Terus tinggal di dalam hadirat Tuhan agar setiap kita mengalami kepenuhan Allah di dalam hidup kita.

Senin, 15 Februari 2016

Peran Seorang Anak



Banyak orang tua yang berhasil dalam hidupnya tetapi keberhasilan itu tidak dapat diteruskan oleh anak-anaknya. Sebagai seorang anak kita harus seperti Yesus yang melakukan apa yang BapanNya lakukan dan melanjutkan apa yang Bapa sudah rencanakan dari semula.  “Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.” Lukas 15:11. Ada seseorang ‘Antropos’ memiliki arti sesuatu yang dapat dipisahkan. Seperti halnya dalam Matius 10:35, “Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,” Sesuatu yang dapat dipisahkan inilah yang terjadi di dunia ini. Hubungan anak dan bapak rusak yang menyebabkan janji-janji Allah tidak dapat diterima generasi yang ada. Dalam Lukas 5:11-17 kita akan melihat penyebab-penyebab mengapa hubungan anak dan bapak tidak dapat disatukan.
1.       Tidak Memiliki Kata-Kata Sopan
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.” Lukas 15:12. Kata yang bungsu ‘epo’ memiliki arti anak bungsu ini bukan hanya sekedar berkata tetapi ia memerintah, menyuruh dan memaksa bapanya untuk memberikan bagiannya. Sebagai seorang bapa yang baik, tidak perlu seorang anak harus memerintah bapanya tetapi bapa yang baik jauh lebih tau apa yang terbaik buat anaknya. Kalau bapa dunia saja tahu pemberian yang terbaik apa lagi Bapa kita yang di surga. Bapa di surga tidak hanya sekedar tahu tetapi memberikan apa yang lebih dari apa yang kita minta dan doakan. Sikap anak bungsu ini tidak sopan kepada bapanya sehingga arti ayah ‘pater’ dalam ayat 12a dan 12b yang merupakan pengagas kehidupan, perencana, dan juga seorang pencetus kehilangan fungsi karena sikap anak yang tidak sopan dalam berkata-kata dengan ayahnya, sehingga hubungan bapa dan anak menjadi terputus. Terkadang setiap kita juga sering berbicara tidak sopan dengan ayah dan ibu kita, bahkan setiap kita terkadang menyuruh Tuhan untuk mengabulkan doa-doa kita. Ingat Orang tua kita tahu yang terbaik buat kita dan bahkan Bapa disurga tahu lebih dalam lagi segala kebutuhan kita.
2.       Hidup Selalu Menuntut Imbalan
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. … “ Lukas 15:12. Anak bungsu tersebut berkata berikanlah ‘didomi’ harta miliknya, si anak meminta imbalan kepada bapanya. Imbalan adalah sesuatu yang diberikan kepada orang yang telah melakukan jasa kepada orang lain, imbalan biasanya digunakan untuk karyawan sedangkan untuk anak tidak ada imbalan tetapi warisan. Seorang anak yang selalu meminta imbalan atau balas jasa dari bapanya tidak mencerminkan peran dari seorang anak. Begitu juga hubungan kita dengan keluarga kita dan juga Bapa di surga, terkadang kita mau melakukan apa yang baik karena kita mau menuntut imbalan serta berkat dari Tuhan. Seperti apapun keadaan kita, saat kita jadi anak yang baik warisan itu akan menjadi bagian kita.
3.       Hidup yang Selalu Diwarnai Ego dan Membangun Harga Diri
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. … “ Lukas 15:12. Anak bungsu menuntut haknya ‘epibalo’. Epibalo memiliki arti menambal, saat seorang anak selalu ingin menuntut haknya, berarti anak itu ingin mempertahankan ego dan harga dirinya. Terkadang apa yang kita lakukan dalam hidup kita hanya untuk membangun harga diri kita dihadapan orang lain. Sesuatu yang ditambalkan tidak akan bertahan lama. Begitu juga saat kita menambal harga diri kita, hal itu seperti menambal ban dalam motor yang bocor, tidak lama setelah itu pasti akan bocor lagi. Ganti ban itu dengan yang baru bukan dengan cara menambal bagian yang bocor itu. Si bungsu menambal harga dirinya dengan kekayaan bagiannya dan akhirnya semua kekayaannya habis dan kemalangan ia terima. Jangan selalu hidup untuk ego kita, apapun kekurangan serta kelemahan kita jangan tambala tau tutup-tutupi itu, sadari kejadian kita dahsyat dan ajaib dan pekerjaan Tuhan selalu ajaib di dalam hidup kita.
“Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.” Lukas 15:13. Anak bungsu memboroskaqn harta yang ia miliki, kata memboroskan ‘diaskorpiso’ memiliki varti hidup seperti kalajengking. Kalajengking selalu hidup di dalam kegelapan, orang boros hidupnya hanya untuk ego dan hargadirinya di mata orang lain. Orang yang boros hidup di dalam kegelapan dan tidak bisa membedakan mana sesuatu yang berguna mana yang tidak, ia juga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Gigitan kalajengking juga bisa mengaburkan pandangan orang, orang yang boros biasanya tidak memiliki pandangan ke depan karena ia kabur melihat masa depan. Orang boros hanya hidup mementingkan diri sendiri. Gigitan kalajengking juga bisa membuat kulit mati rasa, demikian juga hidup orang yang boros pasti mati rasa dengan teguran-teguran orang sekelilingnya. Selain itu juga orang boros juga biasanya hidup dalam perselingkuhan. Orang yang jauh dari bapanya tidak ada jaminan dalam hidupnya dan hidupnya tidak lebih terjamin dari hidup babi (ayat 16).
Tetapi kabar baiknya adalah tidak ada sesuatu yang tidak dapat disembuhkan oleh Allah. Saat bapa memeluk sibungsu maka disaat itu jugalah ada pemulihan, demikian juga saat kita sudah jauh dari Tuhan, datanglah kedekapan Allah dan rasakan pemulihan di dalam kehidupan kita. Seorang Bapa memiliki peran yang sangat penting di dalam sebuah keluarga. Jadilah bapa-bapa yang baik dan anak-anak yang dengar-dengaran dengan bapanya, anak-anak yang memiliki kata-kata sopan, anak-anak yang tidak selalu menuntut imbalan dan anak-anak yang tidak mementingkan egonya sendiri. “Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.” Lukas 15:17. Sibungsu sadar dengan keadaannya, ia sadar ia punya kapasitas dan martabat saat ia bersama bapanya. “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.” Lukas 15:24. Si bungsu ‘nekros’ hidup kembali. Sibungsu mengalami ‘heuresko’ kembali menemukan jati dirinya dan memperoleh berkat yang kekal.