Rabu, 25 November 2015

Orang Kaya Sukar Masuk Kerajaan Surga



            Setiap orang beragama percaya ada kehidupan setelah kematian. Dalam Markus 10 : 17-27, dikisahkan ada seorang kaya yang datang kepada Yesus dan bertanya tentang hidup yang kekal. Di dalam injil sinoptis lainnya dikisahkan bahwa orang kaya ini ada seorang pemuda (injil Matius) dan seorang pemimpin (Injil Lukas).
            Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.” Markus 10:17-18. Ada maksud tertentu mengapa pemuda kaya ini menyebut Yesus baik, ia ingin memperoleh kebaikan dari Yesus karena ia mau bertanya sesuatu kepada Yesus dan ia ingin mendapatkan pujian.
            Pemuda kaya tersebut bertanya apa syarat untuk mendapatkan hidup yang kekal? Pemuda kaya ini tahu apa yang menjadi tujuan hidupnya tetapi tidak tahu caranya, berbeda dengan murid-murid Yesus yang sudah melakukan caranya tetapi tidak tahu tujuannya. “Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Matius 19:17. Syarat hidup kekal adalah mentaati perintah Allah. “Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Matius 19:18-19. Pemuda kaya ini bertanya perintah Allah yang mana yang belum ia taati karena semasa mudanya pemuda ini telah melakukan dan mempertahankan seluruh perintah Allah. Sepuluh perintah Allah adalah standar yang diberikan Allah kepada manusia untuk mencapai hidup yang kekal. Mungkin kelihatan mudah tetapi standar ini sulit dilakukan dan dicapai manusia, oleh sebab itu Yesus turun ke dalam dunia untuk menebus setiap kita. Bukan untuk menurunkan standart Allah tetapi Yesus membawa setiap kita naik sesuai standart Allah.
            Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Markus 10:21. Untuk mengikut Yesus dan masuk di dalam kerajaan surga kita harus mau memikul salib Kristus. “Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.” Markus 10:22. Pemuda kaya ini sedih bukan karena memikul salib tetapi ia sedih saat disuruh meninggalkan hartanya. Banyak oran Kristen hari-hari ini tidak takut dengan penganiayaan dan pengucilan, mereka kuat saat harus menanggung salib Kristus, tetapi kebanyakan orang Kristen tidak kuat dan takut kehilangan harta mereka. Bagi pemuda kaya ini memikul salib adalah hal yang tidak susah disbanding dengan meninggalkan segala hartanya.
            Saat Yesus berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain, Yesus tidak berjalan sendiri tetapi Yesus berjalan dengan murid-murid-Nya dan pengikutnya. Pemuda kaya yang hidupnya selalu menjaga perintah Tuhan ini datang kepada Yesus dengan harapan mendapat pujian dari Tuhan. Oleh sebab itu ia bertanya apa yang kurang dan belum ia lakukan di dalam hidupnya.
Yang menjadi bahan pembahasan kita kali ini adalah apakah benar orang yang kaya sukar untuk masuk ke dalam kerajaan surga? Perlu kita ketahui yang menjadi point utama hal ini adalah bukan masalah kekayaannya tetapi apa yang mengikat dia. Tokoh-tokoh Alkitab seperti bapa Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, Ayub, dan yang lain adalah orang-orang yang kaya raya tetapi hati mereka tidak terikat dengan harta kekayaan mereka. Hati mereka tetap terpaut dengan Allah berbeda dengan pemuda kaya yang bertanya kepada Yesus ini. Kekayaan terkadang dan sering mengikat setiap manusia. Hampir 90% orang di dunia terikat dengan uang dan menjadi hamba uang. Hal seperti inilah yang membuat setiap kita sukar masuk ke dalam kerajaan surga.
Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Markus 10:24. Murid-murid Yesus tercengang mendengar perkataan Yesus dan Yesus melanjutkan pernyataannya itu “Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." Markus 10:25-27. Yesus mengetahui bahwa ini tidak mungkin, standart Allah sungguh tinggi tetapi ada Roh Kudus yang membantu setiap kita untuk percaya kepada Yesus.
Yesus tidak suka kita datang kepadanya dengan sikap hati yang sombong seperti pemuda yang kaya ini. Karena sebaik apa dan sesempurna kita manusia tidak dapat mendekati standart Allah. Datanglah kepada Yesus dengan sikap yang rendah hati. Keselamatan itu gratis tetapi saat kita sudah mendapatkannya kita dituntut untuk memberikan segalanya kepada Tuhan. Sebuah ilustrasi, seorang pengemis yang diangkat oleh raja tidak selamanya akan dibiarkan mengemis dan memakai pakaian yang kotor tetapi ia akan diubah dan diproses untuk menjadi putra kerajaan, demikian juga hidup kita manusia, Tuhan sudah mengangkat setiap kita, maka bersiaplah dengan proses Tuhan yang akan memurnikan setiap kita.
Tuhan Yesus tidak sensi dengan orang kaya, tetapi Tuhan Yesus tidak suka kepada orang kaya yang terikat dengan kekayaannya yang setiap hari sibuk dengan pekerjaan dan melupakan datang kepada Tuhan.
Perbedaan yang jelas terlihat dari kisah pemuda kaya yang datang bertanya kepada Yesus dengan Lazarus pemungut cukai yang ingin bertemu Yesus dan memanjat pohon ara. Mereka berdua sama-sama orang kaya tetapi Zakheus tidak dihormati dan Pemuda kaya ini adalah seorang pemimpin yang terhormat. Zakheus melihat dari jauh siapa Yesus ditengah-tengah kerumunan orang banyak karena ia merasa ia tidak layak karena ia orang yang berdosa sedangkan pemuda ini datang dengan bangga dan bertanya hukum apa yang belum ia lakukan kepada Yesus. Zakheus tidak bertanya apa yang ia harus lakukan tetapi saat Yesus datang ke rumahnya ia dijamah Tuhan dan Zakheus mengembalikan apa yang ia rampas dan mengembalikannya empat kali lipat, tetapi pemuda kaya ini bertanya kepada Yesus apa yang belum ia lakukan, saat Yesus menyuruh memberikan hartanya kepada orang miskin hatinya sedih dan ia tidak melakukan itu. Zakheus diterima Yesus beserta keluarganya diselamatkan tetapi pemuda ini kecewa dan meninggalkan Yesus.

Bahagia Menurut Kerajaan Allah



            Semua yang kita miliki sekarang tidak akan kita bawa saat kita meninggalkan dunia ini. Kebahagiaan menurut dunia adalah saat segala kebutuhan kita ada dan terpenuhi, kita punya banyak materi dan bisa membeli apapun serta pergi kemanapun sesuai keinginan kita. Tetapi perlu kita ingat bahwa apa yang kita punya di dunia tidak akan kita bawa setelah kita meninggal. Apakah arti bahagia menurut kerajaan Allah? “Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!” Mazmur 32:1-2. Itulah standar bahagia menurut kerajaan Allah. Kita boleh mempunyai banyak materi tetapi saat kita tidak takut akan Tuhan maka kita tidak termasuk orang yang berbahagia menurut kerajaan Allah. Apa yang kita punya sekarang investasikan untuk kerajaan Allah. Suatu saat kita semua akan mati, yang menjadi pertanyaan buat setiap kita adalah sudahkah kita menginvestasikan waktu kita, harta kita untuk kerajaan Allah? Standar kerajaan kebahagiaan menurut kerajaan Allah berbeda dengan standar dunia.
            Standar kebahagiaan menurut kerajaan Allah adalah saat pelanggaran kita diampuni oleh Tuhan. Saat mobil kita rusak kita pasti datang ke bengkel untuk memperbaiki mobil tersebut. Saat televisi kita rusak kita pasti datang ke tukang televisi untuk memperbaiki nya. Begitu juga dengan hidup kita, saat kehidupan manusia rusak penuh dengan pelanggaran, datanglah kepada Tuhan maka Tuhan akan mengampuni seluruh kehidupan kita. Saat ada pengampunan dari Tuhan maka akan ada sukacita dari Tuhan yang besar di dalam kehidupan kita. Standar kebahagiaan menurut kerajaan Allah adalah saat dosa-dosa kita diampuni oleh Tuhan. Mengapa saat dosa kita diampuni Tuhan, kita disebut orang yang berbahagia?
1.      Kita Telah Diampuni dan Diselamatkan
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16. Setiap kita telah diselamatkan lewat penebusan Kristus di kayu salib. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” Roma 3:23. Setiap kita adalah orang berdosa. Saat manusia pertama jatuh ke dalam dosa, kemuliaan Tuhan hilang di dalam kehidupan manusia. Manusia dicipatkan dari debu tanah dan saat berbuat dosa laki-laki dikutuk untuk bekerja keras mengolah tanah dan manusia adalah makanan empuk iblis karena ular dikutuk memakan debu tanah. Tetapi Yesus datang untuk mengembalikan kemuliaan Tuhan di dalam kehidupan manusia dan mengembalikan hubungan manusia dengan Allah. Karena kematian Yesus kita tidak lagi menjadi makanan iblis tetapi kita diberi kuasa oleh Tuhan untuk menginjak iblis di kaki kita. Oleh sebab itu kita harus berbahagia karena dosa kita telah diampuni dan kita telah diselamatkan Yesus.
2.      Roh Kudus Ada Di Dalam Hidup Kita
“Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” 1 Yohanes 4:4. Saat kita sudah diselamatkan Tuhan maka Roh kudus akan tinggal di dalam kehidupan kita. Terkadang Roh Kudus tidak bisa masuk ke dalam hidup kita karena ada dosa dan akar pahit di dalam hidup kita. Saat hati kita belum beres maka Roh Kudus tidak akan masuk ke dalam hidup kita. Buang jauh-jauh akar pahit dan tinggalkan dosa kita maka Roh Kudus akan tinggal di dalam kita. Saat Roh Kudus ada di dalam hidup kita maka akan ada sukacita dan damai sejahtera dalam kehidupan kita. Saat ada Roh kudus di dalam hidup kita maka kita disebut orang-orang yang bahagia karena kita tidak dikuasai oleh dosa dan iblis. Apapun yang terjadi di dalam hidup kita teruslah bahagia karena ada Roh Kudus yang memampukan setiap kita. Hidup kita tidak tergantung dengan keadaan yang terjadi, terus andalkan Tuhan pasti Tuhan akan memampukan dan mencukupkan segala kebutuhan kita.
3.      Kita Adalah Anak-Anak Allah
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” 1 Yohanes 3:1. Kita adalah anak-anak Allah. Praktekan Firman Tuhan di dalam kehidupan kita maka apapun yang kita butuhkan akan Tuhan cukupkan. Jangan kita khawatir akan apa yang kita butuhkan hari-hari ini, karena kita adalah anak-anak Allah pencipta langit dan bumi. Apapun yang kita butuhkan pasti akan Tuhan beri di dalam kehidupan kita.

Senin, 16 November 2015

Iman Yang Hidup

Hari-hari ini dunia mengalami goncangan dan masa-masa kekelaman, tetapi justru saat dunia mengalami kekelaman gereja harus bangkit dan bersinar. Apapun proses yang terjadi pada kita hari-hari ini, ingatlah benih Firman yang ada di dalam diri kita adalah hidup. Saat ada Firman di dalam hidup kita, kita akan melupakan kehidupan lama kita dan hidup kita akan semakin serupa dengan Yesus. Gereja adalah tempat kita menikmati kehadiran yang spesial dari Tuhan. Di dalam gereja ada berkat-berkat spesial yang Tuhan berikan untuk setiap kita.
Kita punya iman di dalam Yesus Kristus. Saat kita percaya kepada Yesus kita akan memiliki kehidupan kekal itu.  “Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.” Matius 8:13. Saat perwira itu berjumpa dengan Yesus, Tuhan mengubah masalahnya menjadi kemenangan. Perwira itu bukan orang Israel, tetapi ia memiliki iman yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang Israel. Bagaimana kita bisa mengalami Mujizat di tengah-tengah masalah, beban hidup serta pergumulan hidup kita:
1.       Sikap Hati
Walaupun perwira ini adalah seseorang yang punya kedudukan dan kekuasaan, ia peduli akan bawahannya yang sakit. Untuk mengalami mujizat dalam hidup kita, kita harus memiliki sikap hati yang benar. Perwira ini merendahkan diri dan datang kepada Yesus. Hati yang penuh belas kasihan akan bawahannya dan percaya bahwa saat ia datang kepada Yesus mujizat akan terjadi. “Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Matius 8:5-8. Perwira ini memiliki sikap hati yang benar dan memiliki iman yang besar kepada Tuhan Yesus. Yang menjadi bahan perenungan buat setiap kita adalah apakah kita memiliki hati yang penuh belas kasihan melihat keadaan sekitar kita seperti perwira ini dan sudahkah kita beriman saat kita datang kepada Yesus maka mujizat akan terjadi? Bapa kita punya hati yang penuh dengan belas kasihan kepada setiap kita, demikian juga hidup kita biarlah setiap kita memiliki hati yang penuh belas kasihan terhadap sekitar dan beriman sepenuhnya kepada Tuhan.
Iblis datang untuk mencuri sesuatu yang berharga di hati kita. Biarlah hati ini kita isi dengan hal-hal yang baik dan berkenan. Jangan masukan sampah dalam kotak perhiasan, begitu juga di dalam hati kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23. Jagalah hati kita dan miliki sikap hati yang benar agar setiap kita mengalami mujizat dalam hidup kita. Jangan biarkan iblis mencuri sesuatu yang berharga di dalam hati kita dan berilah penyembahan yang terbaik dalam hati kita kepada Tuhan.
2.       Otoritas Firman
“Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Matius 8:9-10. Ini adalah prinsip sebuah kerajaan. Setiap perkataan raja yang keluar adalah hukum dan undang-undang yang berlaku dalam suatu kerajaan.  Perwira ini mengetahui prinsip kerajaan dengan baik, ia percaya dan beriman setiap perkataan yang keluar dari mulut Yesus mempunyai kuasa. Setujulah dengan Tuhan maka kerajaan Allah akan turun dan kita rasakan di bumi. Terus hiduplah dalam Firman dan percaya akan otoritas Firman. Karena Firman Tuhan memiliki kuasa dalam kehidupan kita. Firman menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. Firman juga membuat setiap kita berhasil dalam kehidupan kita. Hiduplah dalam Firman dan renungkanlah Firman Tuhan siang dan malam. “Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” 1 Timotius 6:14-15. Kita adalah raja-raja di dalam kerajaan yang memiliki Raja yaitu Tuhan Yesus. Dalam Kerajaan kita harus memiliki pola hidup kerajaan. “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21. Hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah. Jagalah perkataan kita dan biarlah Firman yang penuh otoritas keluar dari perbendaharaan lidah kita. Taburlah perkataan yang baik maka kita akan menuai hal yang baik pula. 
3.       Warisan Rohani

“Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,” Matius 8:11. Saat perwira ini memiliki sikap hati yang penuh dengan belas kasihan dan beriman bahwa setiap Firman yang dikatakan Yesus memiliki otoritas, Tuhan heran dengan iman perwira ini an ada warisan rohani yang Tuhan beri untuk perwira ini. Apapun yang kita kerjakan untuk Tuhan dalam hidup kita, tidak ada yang sia-sia karena itu semua akan menjadi warisan rohani kepada generasi kita. Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk generasi di masa depan. Jangan takut akan apapun karena ada janji Tuhan yang Ia beri buat setiap kita. “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Efesus 2:19-22. Persekutuan orang benar adalah rumah Allah. Saat kita meninggikan Tuhan maka kita akan melihat Tuhan dan Tuhan akan memberikan kepuasan dan kelegaan dalam hidup kita.

Hati yang Baru dan Roh yang Baru Untuk Memperbesar Kapasitas

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36 : 26. Ada tujuan Allah yang luar biasa dalam hidup kita. Apa yang dimaksud dengan hati yang baru dan roh yang baru? Hati yang baru berbeda dengan hati yang lama. Hati yang lama adalah hati yang keras yang tidak mau dituntun oleh kebenaran Firman Tuhan, sedangkan hati yang baru adalah hati yang taat dan mau dibentuk oleh Tuhan sehingga kita mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan menciptakan kita dengan tujuan yang jelas. Oleh sebab itu, Tuhan ingin setiap kita mencapai tujuan yang Tuhan telah tetapkan. Suatu saat, ada waktunya Tuhan akan berkata kepada setiap kita apakah yang sudah kita lakukan di dunia ini? Sudahkah kita mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita?
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Yohanes 15:16. Kita jadi orang Kristen bukan pilihan kita sendiri atau bukan karena kita lahir dilingkungan Kristen. Tetapi kita jadi orang Kristen karena Tuhan yang memilih setiap kita. Tidak hanya kita tahu bahwa kita dipilih Tuhan tetapi kita harus tahu mengapa kita dipilih Tuhan. Kita dipilih Tuhan karena Tuhan ingin agar kita pergi dan menghasilkan buah. Ada tujuan Tuhan yang harus kita capai dalam hidup kita. Ada goal yang harus kita capai yaitu berbuah dan buah kita tetap. Tuhan memberi hati yang baru dan roh yang baru agar setiap kita bisa mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita dan kapasitas kita akan diperbesar oleh Tuhan. Semakin besar kapasitas kita, semakin besar juga berkat Tuhan yang Tuhan berikan buat setiap kita, semakin besar juga tanggung jawab yang Tuhan beri dan kita akan dipakai Tuhan semakin lebih lagi di dalam Tuhan. Ada tiga hal yang harus kita lakukan agar kita mendapat hati yang baru dan roh yang baru agar kapasitas kita diperbesar oleh Tuhan:
1.       Bersedia Dibentuk Oleh Tuhan
“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” Yeremia 18:4. Hidup kita harus sama seperti bejana. Jika bejana yang dibuat tukang periuk itu rusak maka tukang periuk itu akan membentuk bejana itu kembali menurut apa yang baik dipemandangannya. Demikian juga hidup kita di tangan Tuhan. Jika kita bersedia dibentuk oleh Tuhan maka proses yang akan kita lewati akan sebentar saja. Tetapi jika kita tidak mau dibentuk oleh Tuhan maka prose situ akan lama seperti yang dialami oleh bangsa Israel. “Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: "Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!" Yesaya 45:9. Kita harus bersedia dibentuk oleh pembentukannya Tuhan. Jika kita tidak bersedia maka pembentukan yang akan kita alami itu semakin keras. Tetapi saat kita bersedia dibentuk oleh Tuhan maka Tuhan akan memberi hati yang baru dan roh yang baru sehingga kapasitas kita akan diperbesar.
2.       Lupakan Masa Lalu & Fokus Pada Tujuan
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3:13-14. Paulus melupakan apa yang ada di belakangnya dan mengarahkan matanya kepada tujuan Tuhan dalam hidupnya. Kita harus mampu melupakan masa lalu dan melangkahkan kaki ke depan. Jika kita terikat dengan masa lalu kita maka kita tidak akan bisa melangkah ke depan. Tuhan sudah melupakan dan menebus masa lalu kita. Saat Yesus disalibkan, Yesus berkata sudah selesai. Segala kegagalan kita di masa lalu sudah Tuhan tebus di atas kayu salib.
Seperti hal nya Paulus, ia memiliki masalalu yang tidak baik, masa lalu Paulus adalah seorang Saulus yang merupakan penganiaya jemaat. Tetapi ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan di suatu jalan dan Tuhan berkata: Saulus mengapa engkau menganiaya Aku? Ketika mengalami perjumpaan dengan Tuhan Saulus diperdamaikan dengan Tuhan, Saulus diperdamaikan dengan dirinya sendiri dan saulus diperdamaikan dengan sesamanya. Lupakan segala kegagalan kita masa lalu dan jangan sampai terintimidasi oleh iblis. Tuhan sudah memberi hati yang baru dan roh yang baru agar kapasitas hidup kita semakin diperbesar.
3.       Bersedia Melangkah Setahap Demi Setahap
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Matius 25:21. Terkadang setiap orang ingin langsung mencapai puncak dalam hidupnya. Padahal sebelum mencapai sebuah puncak gunung kita harus melalui kaki gunung terlebih dahulu. Tidak ada yang instan dalam hidup ini, semua membutuhkan proses dalam hidup. Proses membutuhkan kesetiaan, ketekunan dan kesungguhan dalam hidup kita sampai setiap kita mencapai gold an sasaran Tuhan. Yang dimaksud dengan perkara kecil adalah kita harus setia dengan tanggung jawab kita sekarang. Tuhan memproses kita perlahan-lahan agar mental setiap kita siap. Terkadang setiap orang ingin cepat kaya padahal mereka belum siap untuk menjadi seorang yang kaya. Bersedialah melangkah setahap demi setahap, jangan seperti gelumbung air yang cepat terbang tinggi tetapi saat sudah diatas gelembung air itu pecah. Banyak orang Kristen yang berubah setia karena kesuksesan mereka yang tidak melewati proses yang ada. Tuhan tidak mau kita hilang seperti gelembung air tersebut. Bersedialah melangkah setahap demi setahap agar kita mendapat hati yang baru dan roh yang baru sehingga kapasitas kita diperbesar oleh Tuhan.


Mengenal Tuhan Dengan Baik

                Pengenalan kita akan Tuhan secara pribadi akan menentukan kekuatan kita dalam mengiring Tuhan di dalam kehidupan kita. Menerima Yesus sebagai Juru selamat merupakan langkah awal kehidupan orang Kristen dan selanjutnya kita harus mengenal Yesus secara pribadi di dalam kehidupan kita. Pengenalan kita akan Tuhan akan menentukan kita dalam menghadapi permasalahan dan pergumulan hidup kita. Orang yang rajin ibadah dan rajin pelayanan belum tentu mengenal Tuhan dengan baik di dalam kehidupannya. Ayub adalah pribadi yang rajin beribadah kepada Allah, bahkan saat anak-anak Ayub melakukan kesalahan Ayub selalu membakar korban bakaran kepada Allah, tetapi saat Ayub menghadapi masalah ia baru mengenal Tuhan secara pribadi dalam hidupnya. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5.
Orang yang mengenal Tuhan dengan baik akan terus bersukacita di dalam hidupnya apapun situasi yang terjadi di dalam kehidupannya, baik masalah ekonomi, masalah di dalam pekerjaan, masalah dalam keluarga dan setiap masalah dan pergumulan yang ada. Apapun yang terjadi, orang yang mengenal Tuhan dengan baik akan terus berkata “Tuhan baik di dalam segala hal”.  Tetapi saat pengenalan kita kurang, masalah kecil akan membuat kita kecewa kepada Tuhan. Tidak ada masalah yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan saat kita mengenal Tuhan dengan baik. Kita harus kenal dan tahu siapa Tuhan yang kita sembah. Rasul Yohanes dalam wahyunya kepada jemaat di Smirna menasihatkan jemaat Smirna untuk mengenal Tuhan dengan baik. Ada 5 Kebenaran dalam Wahyu 2:8-10 mengenai siapa Tuhan kita:
1.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Hidup
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:” Wahyu 2:8. Kematian Tuhan di kayu salib tidak menghentikan karya Tuhan dan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Tuhan yang kita sembah bukan Tuhan yang mati, Dia juga bukan Tuhan yang tidak peduli tentang apa yang kita alami, tetapi Dia adalah Tuhan yang Hidup dan Tuhan yang selalu menolong setiap kita di dalam setiap pergumulan yang ada. Datanglah kepada Tuhan dan mintalah apa yang kamu butuhkan di dalam kehidupanmu. Karena Dia adalah Tuhan Allah yang sanggup menolong kita dan sanggup melakukan mujizatnya buat setiap kita.
2.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Maha Tahu
Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” Wahyu 2:9. Tuhan kita adalah Tuhan yang mengetahui keadaan kita. Ia tahu kesusahan kita, Ia tahu kemiskinan kita dan Ia tahu apa pun di dalam kehidupan kita. Ia tahu segala persoalan yang kita hadapi sekarang, dan ia tahu segala kerinduan kita, mimpi-mimpi kita dan harapan-harapan kita. Ia tahu semuanya yang kita lakukan di dalam hidup kita. Tuhan mengetahui orang-orang yang memfitnah kita, dan juga orang-orang yang tidak suka dengan kehidupan kita.
Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan. Kalau kita menyadari kalau Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Tahu maka hiduplah menjadi berkat dan memberi teladan yang baik buat sekitar. Kita adalah surat terbuka Tuhan yang bisa dibaca oleh siapapun. “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” 2 Korintus 5:10. Apapun yang kita lakukan ingatlah bahwa Tuhan kita Maha Tahu, dan apapun masalah yang kita alami hari-hari ini, ingatlah bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Maha Tahu yang akan mengulurkan pertolongannya buat setiap kita.
3.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Memberi Jaminan kepada Kita
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! …” Wahyu 2:10. Jangan takut apapun yang kita hadapi dalam hidup ini karena Allah kita akan mencukupkan segala kebutuhan kita. Ada jaminan yang Tuhan Allah beri buat setiap kita. Jangan ragukan jaminan yang Tuhan berikan karena yang memberi jaminan adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, suatu pribadi yang sempurna, yang teruji, dan yang tidak pernah berdusta.
Jaminan yang Tuhan beri dalam hidup kita adalah jalan keluar disetiap permasalah hidup kita. Dunia boleh bergejolak, tetapi ada jaminan yang Tuhan beri buat setiap kita. Saat Rasul Yohanes menerima pewahyuan ini, jemaat di Smirna sedang mengalami penganiayaan dan Tuhan memberikan jaminan penyertaan yang sempurna kepada jemaat di Smirna. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:19-20. Jaminan penyertaan juga Tuhan berikan kepada kita yang percaya kepada Allah. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun dalam kehidupan kita. Jangan takut apapunyang sedang terjadi karena kita mempunyai jaminan dari Tuhan.
4.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Mengijinkan Masalah dan Padang Gurun Terjadi dalam Hidup Kita
“…Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. …” Wahyu 2:10. Kesusahan 10 hari yang dimaksud dalam nats tersebut adalah pemerintahan 10 Raja Romawi yang akan menganiaya jemaat di Smirna. Segala masalah dan padang gurun yang jemaat Smirna dan kita hadapi semua atas seijin Tuhan. Tuhan mengijinkan masalah dan padang gurun ada untuk membentuk setiap kita dan membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Tuhan yang mengijinkan masalah ada tetapi Tuhan juga yang menyediakan jalan keluar buat setiap kita di tengah permasalahan yang ada. Ia juga Tuhan yang akan memberikan kita kemenangan atas masalah yang terjadi dan Tuhan akan terus membawa kita naik dan bukan Turun leat setiao masalah yang ada.
5.       Tuhan yang Kita Sembah Menghendaki Kita Setia Sampai Akhir

“…Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Wahyu 2:10. Langkah pertama adalah penentu tetapi bukan segala-galanya, tetapi langkah akhirlah yang akan menentukan setiap kita. Terus setialah sampai mati karena orang yang setia akan dipermuliakan Tuhan. Teruslah setuia dan bertahan dalam setiap penganiayaan yang ada karena ada mahkota kehidupan yang akan Tuhan beri buat setiap kita. 

Minggu, 08 November 2015

Keluar Dari Masa Kesulitan



                Hari-hari ini masa kesulitan terjadi di tengah-tengah kita. Kisah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir ke tanah perjanjian adalah bukti penyertaan Allah kepada bangsa Israel di tengah-tengah kesulitan yang terjadi di tengah mereka. Allah punya cara sendiri untuk menyelamatkan bangsanya. “Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.” Keluaran 18:21. Di tengah-tengah kesulitan yang terjadi di bangsa Israel Allah membuat sistem tersendiri kepada bangsa itu. Orang yang bagaimana yang dicari dan bisa membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir?
1.    Orang yang Mempunyai Tujuan Yang Sama
Kata cari ‘kasa’ memiliki arti orang yang mempunyai visi yang sama dan orang yang mempunyai tujuan yang sama. Saat kita memiliki tujuan yang sama, kesulitan apapun yang menerjang tidak akan menghancurkan setiap kita. Dalam sitem yang Tuhan beri buat bangsa Israel, pemimpin pasukan sepuluh orang adalah pemimpin pasukan yang paling kecil. Ini menggambarkan sebuah keluarga yang dipimpin oleh suami sebagai kepala keluarga. Dalam sebuah keluarga pun kita harus memiliki tujuan yang sama. Memang tidak mudah untuk memiliki tujuan yang sama dalam sebuah keluarga tetapi semua harus diusahakan. Yang sering terjadi adalah, suami memiliki tujuan sendiri, istri memiliki tujuan sendiri dan anak-anak memiliki tujuannya sendiri. Kisah Ayub, adalah contoh dari keluarga yang tidak memiliki tujuan yang sama. Kita perlu memiliki tujuan yang sama untuk memperoleh berkat Allah.
Dalam Kejadian dikisahkan bahwa Allah menciptakan penolong yang sepadan buat manusia yaitu seorang istri. Yang berfungsi sebagai penolong seorang suami. Istri adalah penolong suami bukan anak-anak. Tetapi terkadang seorang suami selalu berharap dan minta tolong kepada anak-anaknya bukan kepada istrinya. Konsep ini sudah mulai hilang di tengah-tengah kehidupan setiap kita. Suami adalah pemegang otoritas dalam kehidupan berkeluarga karena ia adalah pemimpin sepuluh orang, tugas istri adalah menjadi seorang penolong yang mengingatkan dan menegur sesuatu yang salah dalam keluarga, dan anak-anak adalah anugrah yang Tuhan beri di tengah-tengah keluarga.
Untuk menjadi ‘kasa’ memiliki tujuan yang sama ada kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki dasar yang benar, ‘hadomayim’. Kisah 12 pengintai mengajarkan kepada kita bahwa dua pengintai memiliki dasar yang benar mengenai  pengenalannya akan Allahnya. Dua pengintai ini tahu bahwa Allah mereka lebih besar dari masalah mereka. Carilah Tuhan saat kita menghadapi masalah dalam hidup kita, karena Allah kita lebihj besar dari masalah kita, Yesus terlebih besar dari segalanya.
“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” Yohanes 10:9. Ada jaminan yang Tuhan beri buat setiap kita saat kita memiliki tujuan yang sama dengan Tuhan. Saat kita memiliki tujuan yang sama dengan Tuhan berarti kita akan hidup berjalan dengan Tuhan, saat hidup kita seturut dengan Tuhan maka pintu-pintu berkat akan Tuhan beri buat setiap kita. Orang yang berjalan bersama Tuhan akan menemukan padang rumput yang hijau dan menerima berkat-berkat dari Tuhan yang tidak pernah kering. Apapun yang terjadi hari-hari ini, Tuhan sudah membukakan pintu buat setiap kita. Di tengah kesulitan-kesulitan yang terjadi lihatlah kesempatan yang Tuhan beri buat setiap kita. Orang dunia melihat sesuatu yang tidak baik hari-hari ini, tetapi anak Tuhan akan melihat kesempatan demi kesempatan dalam hidup mereka. Saat kita berjalan dengan Tuhan tidak hanya pintu berkat yang Tuhan bukakan buat setiap kita tetapi Tuhan juga membuakakan pintu Tora, pintu kerajaan sorga buat setiap kita.
2.    Orang yang Cakap, memiliki Kemampuan dan Kesanggupan untuk Mencapai Berkat Tuhan.
Selain orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Tuhan juga mencari orang yang cakap, ‘kayil’ orang yang memiliki kemampuan dan sanggup untuk mencapai berkat Tuhan. Tuhan mencari orang yang cepat menyelesaikan segala sesuatu dan hasilnya benar. “ Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.” Mazmur 84:7. Orang yang berjalan dengan Tuhan pasti Tuhan mampukan untuk terus berjalan semakin lama semakin kuat. Saat orang lain berkata tidak mampu, kita pasti mampu saat kita berjalan dengan Tuhan. Saat kita berjalan dengan Tuhan, Tuhan pasti memberikan kuasanya kepada setiap kita. Tangan Tuhan masih selalu terbuka untuk kita datang kepadanya dan siap untuk memberikan pertolongan buat setiap kita. Terus berjalan bersama Tuhan karena Tuhan akan memberitahukan rahasiaNya kepada setiap kita yang terus dekat dengan Tuhan.
3.    Orang yang Takut akan Tuhan
Orang yang takut akan Tuhan, ‘yahe’ adalah orang yang selalu hidup memberikan penghormatan kepada Tuhan. Hormatilah Allah kita dalam setiap aspek kehidupan kita. Orang yang menghormati Tuhan maka Tuhan akan bergaul karib dengan setiap kita. Saat kita bisa hidup hormat dengan Tuhan maka hidup kita tidak akan mengalami kekurangan. Milikilah rasa takut dan hormat akan Tuhan.