Senin, 16 November 2015

Iman Yang Hidup

Hari-hari ini dunia mengalami goncangan dan masa-masa kekelaman, tetapi justru saat dunia mengalami kekelaman gereja harus bangkit dan bersinar. Apapun proses yang terjadi pada kita hari-hari ini, ingatlah benih Firman yang ada di dalam diri kita adalah hidup. Saat ada Firman di dalam hidup kita, kita akan melupakan kehidupan lama kita dan hidup kita akan semakin serupa dengan Yesus. Gereja adalah tempat kita menikmati kehadiran yang spesial dari Tuhan. Di dalam gereja ada berkat-berkat spesial yang Tuhan berikan untuk setiap kita.
Kita punya iman di dalam Yesus Kristus. Saat kita percaya kepada Yesus kita akan memiliki kehidupan kekal itu.  “Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.” Matius 8:13. Saat perwira itu berjumpa dengan Yesus, Tuhan mengubah masalahnya menjadi kemenangan. Perwira itu bukan orang Israel, tetapi ia memiliki iman yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang Israel. Bagaimana kita bisa mengalami Mujizat di tengah-tengah masalah, beban hidup serta pergumulan hidup kita:
1.       Sikap Hati
Walaupun perwira ini adalah seseorang yang punya kedudukan dan kekuasaan, ia peduli akan bawahannya yang sakit. Untuk mengalami mujizat dalam hidup kita, kita harus memiliki sikap hati yang benar. Perwira ini merendahkan diri dan datang kepada Yesus. Hati yang penuh belas kasihan akan bawahannya dan percaya bahwa saat ia datang kepada Yesus mujizat akan terjadi. “Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Matius 8:5-8. Perwira ini memiliki sikap hati yang benar dan memiliki iman yang besar kepada Tuhan Yesus. Yang menjadi bahan perenungan buat setiap kita adalah apakah kita memiliki hati yang penuh belas kasihan melihat keadaan sekitar kita seperti perwira ini dan sudahkah kita beriman saat kita datang kepada Yesus maka mujizat akan terjadi? Bapa kita punya hati yang penuh dengan belas kasihan kepada setiap kita, demikian juga hidup kita biarlah setiap kita memiliki hati yang penuh belas kasihan terhadap sekitar dan beriman sepenuhnya kepada Tuhan.
Iblis datang untuk mencuri sesuatu yang berharga di hati kita. Biarlah hati ini kita isi dengan hal-hal yang baik dan berkenan. Jangan masukan sampah dalam kotak perhiasan, begitu juga di dalam hati kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23. Jagalah hati kita dan miliki sikap hati yang benar agar setiap kita mengalami mujizat dalam hidup kita. Jangan biarkan iblis mencuri sesuatu yang berharga di dalam hati kita dan berilah penyembahan yang terbaik dalam hati kita kepada Tuhan.
2.       Otoritas Firman
“Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Matius 8:9-10. Ini adalah prinsip sebuah kerajaan. Setiap perkataan raja yang keluar adalah hukum dan undang-undang yang berlaku dalam suatu kerajaan.  Perwira ini mengetahui prinsip kerajaan dengan baik, ia percaya dan beriman setiap perkataan yang keluar dari mulut Yesus mempunyai kuasa. Setujulah dengan Tuhan maka kerajaan Allah akan turun dan kita rasakan di bumi. Terus hiduplah dalam Firman dan percaya akan otoritas Firman. Karena Firman Tuhan memiliki kuasa dalam kehidupan kita. Firman menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. Firman juga membuat setiap kita berhasil dalam kehidupan kita. Hiduplah dalam Firman dan renungkanlah Firman Tuhan siang dan malam. “Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” 1 Timotius 6:14-15. Kita adalah raja-raja di dalam kerajaan yang memiliki Raja yaitu Tuhan Yesus. Dalam Kerajaan kita harus memiliki pola hidup kerajaan. “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Amsal 18:21. Hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah. Jagalah perkataan kita dan biarlah Firman yang penuh otoritas keluar dari perbendaharaan lidah kita. Taburlah perkataan yang baik maka kita akan menuai hal yang baik pula. 
3.       Warisan Rohani

“Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,” Matius 8:11. Saat perwira ini memiliki sikap hati yang penuh dengan belas kasihan dan beriman bahwa setiap Firman yang dikatakan Yesus memiliki otoritas, Tuhan heran dengan iman perwira ini an ada warisan rohani yang Tuhan beri untuk perwira ini. Apapun yang kita kerjakan untuk Tuhan dalam hidup kita, tidak ada yang sia-sia karena itu semua akan menjadi warisan rohani kepada generasi kita. Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk generasi di masa depan. Jangan takut akan apapun karena ada janji Tuhan yang Ia beri buat setiap kita. “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Efesus 2:19-22. Persekutuan orang benar adalah rumah Allah. Saat kita meninggikan Tuhan maka kita akan melihat Tuhan dan Tuhan akan memberikan kepuasan dan kelegaan dalam hidup kita.

Hati yang Baru dan Roh yang Baru Untuk Memperbesar Kapasitas

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36 : 26. Ada tujuan Allah yang luar biasa dalam hidup kita. Apa yang dimaksud dengan hati yang baru dan roh yang baru? Hati yang baru berbeda dengan hati yang lama. Hati yang lama adalah hati yang keras yang tidak mau dituntun oleh kebenaran Firman Tuhan, sedangkan hati yang baru adalah hati yang taat dan mau dibentuk oleh Tuhan sehingga kita mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan menciptakan kita dengan tujuan yang jelas. Oleh sebab itu, Tuhan ingin setiap kita mencapai tujuan yang Tuhan telah tetapkan. Suatu saat, ada waktunya Tuhan akan berkata kepada setiap kita apakah yang sudah kita lakukan di dunia ini? Sudahkah kita mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita?
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Yohanes 15:16. Kita jadi orang Kristen bukan pilihan kita sendiri atau bukan karena kita lahir dilingkungan Kristen. Tetapi kita jadi orang Kristen karena Tuhan yang memilih setiap kita. Tidak hanya kita tahu bahwa kita dipilih Tuhan tetapi kita harus tahu mengapa kita dipilih Tuhan. Kita dipilih Tuhan karena Tuhan ingin agar kita pergi dan menghasilkan buah. Ada tujuan Tuhan yang harus kita capai dalam hidup kita. Ada goal yang harus kita capai yaitu berbuah dan buah kita tetap. Tuhan memberi hati yang baru dan roh yang baru agar setiap kita bisa mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita dan kapasitas kita akan diperbesar oleh Tuhan. Semakin besar kapasitas kita, semakin besar juga berkat Tuhan yang Tuhan berikan buat setiap kita, semakin besar juga tanggung jawab yang Tuhan beri dan kita akan dipakai Tuhan semakin lebih lagi di dalam Tuhan. Ada tiga hal yang harus kita lakukan agar kita mendapat hati yang baru dan roh yang baru agar kapasitas kita diperbesar oleh Tuhan:
1.       Bersedia Dibentuk Oleh Tuhan
“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” Yeremia 18:4. Hidup kita harus sama seperti bejana. Jika bejana yang dibuat tukang periuk itu rusak maka tukang periuk itu akan membentuk bejana itu kembali menurut apa yang baik dipemandangannya. Demikian juga hidup kita di tangan Tuhan. Jika kita bersedia dibentuk oleh Tuhan maka proses yang akan kita lewati akan sebentar saja. Tetapi jika kita tidak mau dibentuk oleh Tuhan maka prose situ akan lama seperti yang dialami oleh bangsa Israel. “Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: "Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!" Yesaya 45:9. Kita harus bersedia dibentuk oleh pembentukannya Tuhan. Jika kita tidak bersedia maka pembentukan yang akan kita alami itu semakin keras. Tetapi saat kita bersedia dibentuk oleh Tuhan maka Tuhan akan memberi hati yang baru dan roh yang baru sehingga kapasitas kita akan diperbesar.
2.       Lupakan Masa Lalu & Fokus Pada Tujuan
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3:13-14. Paulus melupakan apa yang ada di belakangnya dan mengarahkan matanya kepada tujuan Tuhan dalam hidupnya. Kita harus mampu melupakan masa lalu dan melangkahkan kaki ke depan. Jika kita terikat dengan masa lalu kita maka kita tidak akan bisa melangkah ke depan. Tuhan sudah melupakan dan menebus masa lalu kita. Saat Yesus disalibkan, Yesus berkata sudah selesai. Segala kegagalan kita di masa lalu sudah Tuhan tebus di atas kayu salib.
Seperti hal nya Paulus, ia memiliki masalalu yang tidak baik, masa lalu Paulus adalah seorang Saulus yang merupakan penganiaya jemaat. Tetapi ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan di suatu jalan dan Tuhan berkata: Saulus mengapa engkau menganiaya Aku? Ketika mengalami perjumpaan dengan Tuhan Saulus diperdamaikan dengan Tuhan, Saulus diperdamaikan dengan dirinya sendiri dan saulus diperdamaikan dengan sesamanya. Lupakan segala kegagalan kita masa lalu dan jangan sampai terintimidasi oleh iblis. Tuhan sudah memberi hati yang baru dan roh yang baru agar kapasitas hidup kita semakin diperbesar.
3.       Bersedia Melangkah Setahap Demi Setahap
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Matius 25:21. Terkadang setiap orang ingin langsung mencapai puncak dalam hidupnya. Padahal sebelum mencapai sebuah puncak gunung kita harus melalui kaki gunung terlebih dahulu. Tidak ada yang instan dalam hidup ini, semua membutuhkan proses dalam hidup. Proses membutuhkan kesetiaan, ketekunan dan kesungguhan dalam hidup kita sampai setiap kita mencapai gold an sasaran Tuhan. Yang dimaksud dengan perkara kecil adalah kita harus setia dengan tanggung jawab kita sekarang. Tuhan memproses kita perlahan-lahan agar mental setiap kita siap. Terkadang setiap orang ingin cepat kaya padahal mereka belum siap untuk menjadi seorang yang kaya. Bersedialah melangkah setahap demi setahap, jangan seperti gelumbung air yang cepat terbang tinggi tetapi saat sudah diatas gelembung air itu pecah. Banyak orang Kristen yang berubah setia karena kesuksesan mereka yang tidak melewati proses yang ada. Tuhan tidak mau kita hilang seperti gelembung air tersebut. Bersedialah melangkah setahap demi setahap agar kita mendapat hati yang baru dan roh yang baru sehingga kapasitas kita diperbesar oleh Tuhan.


Mengenal Tuhan Dengan Baik

                Pengenalan kita akan Tuhan secara pribadi akan menentukan kekuatan kita dalam mengiring Tuhan di dalam kehidupan kita. Menerima Yesus sebagai Juru selamat merupakan langkah awal kehidupan orang Kristen dan selanjutnya kita harus mengenal Yesus secara pribadi di dalam kehidupan kita. Pengenalan kita akan Tuhan akan menentukan kita dalam menghadapi permasalahan dan pergumulan hidup kita. Orang yang rajin ibadah dan rajin pelayanan belum tentu mengenal Tuhan dengan baik di dalam kehidupannya. Ayub adalah pribadi yang rajin beribadah kepada Allah, bahkan saat anak-anak Ayub melakukan kesalahan Ayub selalu membakar korban bakaran kepada Allah, tetapi saat Ayub menghadapi masalah ia baru mengenal Tuhan secara pribadi dalam hidupnya. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5.
Orang yang mengenal Tuhan dengan baik akan terus bersukacita di dalam hidupnya apapun situasi yang terjadi di dalam kehidupannya, baik masalah ekonomi, masalah di dalam pekerjaan, masalah dalam keluarga dan setiap masalah dan pergumulan yang ada. Apapun yang terjadi, orang yang mengenal Tuhan dengan baik akan terus berkata “Tuhan baik di dalam segala hal”.  Tetapi saat pengenalan kita kurang, masalah kecil akan membuat kita kecewa kepada Tuhan. Tidak ada masalah yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan saat kita mengenal Tuhan dengan baik. Kita harus kenal dan tahu siapa Tuhan yang kita sembah. Rasul Yohanes dalam wahyunya kepada jemaat di Smirna menasihatkan jemaat Smirna untuk mengenal Tuhan dengan baik. Ada 5 Kebenaran dalam Wahyu 2:8-10 mengenai siapa Tuhan kita:
1.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Hidup
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:” Wahyu 2:8. Kematian Tuhan di kayu salib tidak menghentikan karya Tuhan dan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Tuhan yang kita sembah bukan Tuhan yang mati, Dia juga bukan Tuhan yang tidak peduli tentang apa yang kita alami, tetapi Dia adalah Tuhan yang Hidup dan Tuhan yang selalu menolong setiap kita di dalam setiap pergumulan yang ada. Datanglah kepada Tuhan dan mintalah apa yang kamu butuhkan di dalam kehidupanmu. Karena Dia adalah Tuhan Allah yang sanggup menolong kita dan sanggup melakukan mujizatnya buat setiap kita.
2.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Maha Tahu
Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” Wahyu 2:9. Tuhan kita adalah Tuhan yang mengetahui keadaan kita. Ia tahu kesusahan kita, Ia tahu kemiskinan kita dan Ia tahu apa pun di dalam kehidupan kita. Ia tahu segala persoalan yang kita hadapi sekarang, dan ia tahu segala kerinduan kita, mimpi-mimpi kita dan harapan-harapan kita. Ia tahu semuanya yang kita lakukan di dalam hidup kita. Tuhan mengetahui orang-orang yang memfitnah kita, dan juga orang-orang yang tidak suka dengan kehidupan kita.
Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan. Kalau kita menyadari kalau Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Tahu maka hiduplah menjadi berkat dan memberi teladan yang baik buat sekitar. Kita adalah surat terbuka Tuhan yang bisa dibaca oleh siapapun. “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” 2 Korintus 5:10. Apapun yang kita lakukan ingatlah bahwa Tuhan kita Maha Tahu, dan apapun masalah yang kita alami hari-hari ini, ingatlah bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Maha Tahu yang akan mengulurkan pertolongannya buat setiap kita.
3.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Memberi Jaminan kepada Kita
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! …” Wahyu 2:10. Jangan takut apapun yang kita hadapi dalam hidup ini karena Allah kita akan mencukupkan segala kebutuhan kita. Ada jaminan yang Tuhan Allah beri buat setiap kita. Jangan ragukan jaminan yang Tuhan berikan karena yang memberi jaminan adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, suatu pribadi yang sempurna, yang teruji, dan yang tidak pernah berdusta.
Jaminan yang Tuhan beri dalam hidup kita adalah jalan keluar disetiap permasalah hidup kita. Dunia boleh bergejolak, tetapi ada jaminan yang Tuhan beri buat setiap kita. Saat Rasul Yohanes menerima pewahyuan ini, jemaat di Smirna sedang mengalami penganiayaan dan Tuhan memberikan jaminan penyertaan yang sempurna kepada jemaat di Smirna. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:19-20. Jaminan penyertaan juga Tuhan berikan kepada kita yang percaya kepada Allah. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun dalam kehidupan kita. Jangan takut apapunyang sedang terjadi karena kita mempunyai jaminan dari Tuhan.
4.       Tuhan yang Kita Sembah adalah Tuhan yang Mengijinkan Masalah dan Padang Gurun Terjadi dalam Hidup Kita
“…Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. …” Wahyu 2:10. Kesusahan 10 hari yang dimaksud dalam nats tersebut adalah pemerintahan 10 Raja Romawi yang akan menganiaya jemaat di Smirna. Segala masalah dan padang gurun yang jemaat Smirna dan kita hadapi semua atas seijin Tuhan. Tuhan mengijinkan masalah dan padang gurun ada untuk membentuk setiap kita dan membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Tuhan yang mengijinkan masalah ada tetapi Tuhan juga yang menyediakan jalan keluar buat setiap kita di tengah permasalahan yang ada. Ia juga Tuhan yang akan memberikan kita kemenangan atas masalah yang terjadi dan Tuhan akan terus membawa kita naik dan bukan Turun leat setiao masalah yang ada.
5.       Tuhan yang Kita Sembah Menghendaki Kita Setia Sampai Akhir

“…Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Wahyu 2:10. Langkah pertama adalah penentu tetapi bukan segala-galanya, tetapi langkah akhirlah yang akan menentukan setiap kita. Terus setialah sampai mati karena orang yang setia akan dipermuliakan Tuhan. Teruslah setuia dan bertahan dalam setiap penganiayaan yang ada karena ada mahkota kehidupan yang akan Tuhan beri buat setiap kita. 

Minggu, 08 November 2015

Keluar Dari Masa Kesulitan



                Hari-hari ini masa kesulitan terjadi di tengah-tengah kita. Kisah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir ke tanah perjanjian adalah bukti penyertaan Allah kepada bangsa Israel di tengah-tengah kesulitan yang terjadi di tengah mereka. Allah punya cara sendiri untuk menyelamatkan bangsanya. “Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.” Keluaran 18:21. Di tengah-tengah kesulitan yang terjadi di bangsa Israel Allah membuat sistem tersendiri kepada bangsa itu. Orang yang bagaimana yang dicari dan bisa membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir?
1.    Orang yang Mempunyai Tujuan Yang Sama
Kata cari ‘kasa’ memiliki arti orang yang mempunyai visi yang sama dan orang yang mempunyai tujuan yang sama. Saat kita memiliki tujuan yang sama, kesulitan apapun yang menerjang tidak akan menghancurkan setiap kita. Dalam sitem yang Tuhan beri buat bangsa Israel, pemimpin pasukan sepuluh orang adalah pemimpin pasukan yang paling kecil. Ini menggambarkan sebuah keluarga yang dipimpin oleh suami sebagai kepala keluarga. Dalam sebuah keluarga pun kita harus memiliki tujuan yang sama. Memang tidak mudah untuk memiliki tujuan yang sama dalam sebuah keluarga tetapi semua harus diusahakan. Yang sering terjadi adalah, suami memiliki tujuan sendiri, istri memiliki tujuan sendiri dan anak-anak memiliki tujuannya sendiri. Kisah Ayub, adalah contoh dari keluarga yang tidak memiliki tujuan yang sama. Kita perlu memiliki tujuan yang sama untuk memperoleh berkat Allah.
Dalam Kejadian dikisahkan bahwa Allah menciptakan penolong yang sepadan buat manusia yaitu seorang istri. Yang berfungsi sebagai penolong seorang suami. Istri adalah penolong suami bukan anak-anak. Tetapi terkadang seorang suami selalu berharap dan minta tolong kepada anak-anaknya bukan kepada istrinya. Konsep ini sudah mulai hilang di tengah-tengah kehidupan setiap kita. Suami adalah pemegang otoritas dalam kehidupan berkeluarga karena ia adalah pemimpin sepuluh orang, tugas istri adalah menjadi seorang penolong yang mengingatkan dan menegur sesuatu yang salah dalam keluarga, dan anak-anak adalah anugrah yang Tuhan beri di tengah-tengah keluarga.
Untuk menjadi ‘kasa’ memiliki tujuan yang sama ada kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki dasar yang benar, ‘hadomayim’. Kisah 12 pengintai mengajarkan kepada kita bahwa dua pengintai memiliki dasar yang benar mengenai  pengenalannya akan Allahnya. Dua pengintai ini tahu bahwa Allah mereka lebih besar dari masalah mereka. Carilah Tuhan saat kita menghadapi masalah dalam hidup kita, karena Allah kita lebihj besar dari masalah kita, Yesus terlebih besar dari segalanya.
“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” Yohanes 10:9. Ada jaminan yang Tuhan beri buat setiap kita saat kita memiliki tujuan yang sama dengan Tuhan. Saat kita memiliki tujuan yang sama dengan Tuhan berarti kita akan hidup berjalan dengan Tuhan, saat hidup kita seturut dengan Tuhan maka pintu-pintu berkat akan Tuhan beri buat setiap kita. Orang yang berjalan bersama Tuhan akan menemukan padang rumput yang hijau dan menerima berkat-berkat dari Tuhan yang tidak pernah kering. Apapun yang terjadi hari-hari ini, Tuhan sudah membukakan pintu buat setiap kita. Di tengah kesulitan-kesulitan yang terjadi lihatlah kesempatan yang Tuhan beri buat setiap kita. Orang dunia melihat sesuatu yang tidak baik hari-hari ini, tetapi anak Tuhan akan melihat kesempatan demi kesempatan dalam hidup mereka. Saat kita berjalan dengan Tuhan tidak hanya pintu berkat yang Tuhan bukakan buat setiap kita tetapi Tuhan juga membuakakan pintu Tora, pintu kerajaan sorga buat setiap kita.
2.    Orang yang Cakap, memiliki Kemampuan dan Kesanggupan untuk Mencapai Berkat Tuhan.
Selain orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Tuhan juga mencari orang yang cakap, ‘kayil’ orang yang memiliki kemampuan dan sanggup untuk mencapai berkat Tuhan. Tuhan mencari orang yang cepat menyelesaikan segala sesuatu dan hasilnya benar. “ Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.” Mazmur 84:7. Orang yang berjalan dengan Tuhan pasti Tuhan mampukan untuk terus berjalan semakin lama semakin kuat. Saat orang lain berkata tidak mampu, kita pasti mampu saat kita berjalan dengan Tuhan. Saat kita berjalan dengan Tuhan, Tuhan pasti memberikan kuasanya kepada setiap kita. Tangan Tuhan masih selalu terbuka untuk kita datang kepadanya dan siap untuk memberikan pertolongan buat setiap kita. Terus berjalan bersama Tuhan karena Tuhan akan memberitahukan rahasiaNya kepada setiap kita yang terus dekat dengan Tuhan.
3.    Orang yang Takut akan Tuhan
Orang yang takut akan Tuhan, ‘yahe’ adalah orang yang selalu hidup memberikan penghormatan kepada Tuhan. Hormatilah Allah kita dalam setiap aspek kehidupan kita. Orang yang menghormati Tuhan maka Tuhan akan bergaul karib dengan setiap kita. Saat kita bisa hidup hormat dengan Tuhan maka hidup kita tidak akan mengalami kekurangan. Milikilah rasa takut dan hormat akan Tuhan.

Bertindak Tepat Dalam Situasi Darurat



Hari-hari ini dunia sedang mengalami krisis diberbagai aspek kehidupan. Kesulitan terjadi dimana-mana dan terjadi disetiap kalangan masyarakat. Saat mengikut Tuhan, Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup tanpa kesulitan, Tuhan menjanjikan sebuah penyertaan yang sempurna dalam hidup kita. Krisis boleh saja datang di dalam hidup kita tetapi semua tergantung dengan respon kita. Lihatlah segala persoalan dengan sudut pandang Allah. Saat kita melihat dari sudut pandang Allah maka setiap kita pasti melihat jalan keluar dari setiap masalah kita. Allah punya sudut pandang sendiri terhadap masalah kita. Apapun kemampuan yang kita punya, tundukan semuanya dihadapan Tuhan. Ada tiga situasi darurat yang terjadi dalam 1 Raja-Raja 17:1-24, kita akan belajar dari Nabi Elia dan Janda Sarfat bagaimana respon kita saat siatuasi darurat terjadi pada kita.
1.       Ancaman (1 Raja-Raja 17:1-6)
Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." 1 Raja-Raja 17:1. Tidak pernah dijelaskan latar belakang Nabi Elia di pasal-pasal sebelumnya, di ayat ini dijelaskan Nabi Elia datang ke Raja Ahab dan menyatakan suatu pernyataan yang berani dan ekstrim dari Tuhan kepada seorang Raja Ahab. Saat mendengar pernyataan Elia tersebut, Raja marah dan mau membunuh Nabi Elia. “Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.” 1 Raja-Raja 17:2-3.
Ada ancaman yang Nabi Elia dapat dari Raja Ahab. Ancaman adalah sesuatu yang bisa membuat kita cemas, kuatir di dalam hidup kita. Seperti halnya krisis yang terjadi hari-hari ini. Firman Tuhan kepada Nabi Elia adalah bersembunyi di sungai Kerit, sebuah sungai yang kecil. Sungai Kerit disini berbicara tentang tempat pengasingan, suatu tempat untuk berdiam diri. Saat ada ancaman datang, datanglah kepada Tuhan dan berdiam dirilah untuk berdoa. Saat Nabi Elia bersembunyi disungai Kerit, Tuhan tarsus memelihara kehidupan Elia dengan cara mengirim makanan lewat burung-burung gagak setiap hari. Padahal kita tahu bahwa burung gagak adalah burung pemakan daging, tetapi burung itu mengantarkan daging dan roti kepada Elia setiap hari.  Demikian juga hidup kita, saat Tuhan suruh kita datang dan berdiam diri, pasti ada penyertaan Tuhan yang terus Ia beri buat setiap kita. Penyertaan yang luar biasa dan tidak terduga-duga buat setiap kita. Tuhan ingin dua-duaan dengan kita.
Realita ekonomi yang terjadi belakangan ini adalah suatu ancaman buat setiap kita. Apakah yang harus kita lakkukan sebagai orang percaya? Apakah kita seperti Elia yang duduk tenang di hadapan Tuhan dan mengijinkan Allah melakukan rencana-Nya. Saat kita mencoba menyelesaikan dengan kekuatan sendiri, maka ada suatu waktu apa yang kita andalkan tidak bisa menolong setiap kita. Datanglah kepada Tuhan dan berserulah kepada Tuhan.
2.       Kelaparan dan Kekurangan (1 Raja-Raja 17:7-16)
Setelah Nabi Elia bersembunyi di sungai Kerit dan sungai Kerit mulai kering karena tidak ada turun hujan. “Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 1 Raja-Raja 17:7-8. Elia pergi ke Sarfat dan bertemu dengan seorang janda Sarfat yang miskin dan hidup dengan anaknya. Janda itu mengalami kelaparan dan kekurangan persediaan makanan karena kekeringan sudah terjadi di negeri itu.
Berbicara kelaparan adalah suatu hal yang berbicara tentang kebutuhan primer setiap kita. Kisah Elia yang meminta sedikit air dalam kendi dan sepotong roti kepada janda Sarfat ini mengajarkan kita untuk memprioritaskan pekerjaan Tuhan terlebih dahulu. Saat kelaparan dan kekurangan terjadi, setiap manusia akan berfikir untuk mengelolah keuangan sehemat mungkin agar semua kebutuhan tercukupkan. Itulah teori yang dunia punya dalam keadaan kekurangan. Tetapi Firman Tuihan mengajarkan untuk memberi terlebih dahulu pekerjaan Tuhan. Hal ini membalik logika kita. Tetapi saat kita memprioritaskan memberi untuk pekerjaan Tuhan, maka kita akan mengalami mujizat Allah dalam hidup kita seperti yang di alami janda Sarfat ini.
Menabur untuk pekerjaan Tuhan terlebih dahulu adalah hukum tabur tuai, siapa menabur ia akan menuai. “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.” Kejadian 26:12. Dikisahkan Ishak yang menabur ditengah kelaparan yang terjadi pada masa itu. Tetapi saat Ishak berani menabur ia makin diberkati Tuhan, kian lama kian kaya. Hal ini bicara tentang tindakan iman, inilah hukum ekonominya Tuhan. Tanggalkan logika kita dan tundukanlah di bawah otoritas Allah. Menabur dalam Firman Tuhan ada dua hal, pertama secara kuantitas “…Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” 2 Korintus 9:6. Dan yang kedua secara kualitas “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Galatia 6:8. Menabur tidak hanya dilihat dari uang, tetapi bisa perkataan atau ucapan kita. Taburlah sesuatu yang positif dalam hidup kita pasti kita akan menuai yang positif.
3.       Kematian dan Kehilangan (1 Raja-Raja 17:17-24)
Apa respon kita saat mengalami kehilangan? Perempuan ini hanya hidup dengan seorang anak saja. Bagi janda ini anaknya adalah masa depannya karena ia adalah anak satu-satunya. Janda ini sedih, begitu juga dengan Nabi Elia yang sudah mereka jamu di rumahnya. Tetapi Elia memiliki respon yang benar. Saat anak itu meninggal ia membawa anak itu naik ke kamarnya atas dan berdoa kepada Tuhan meminta mujizat.
Berdoalah sampai doamu dijawab oleh Tuhan. Pray until something happen, berdoalah sampai sesuatu terjadi. Saat meminta hujan Elia berseru kepada Tuhan tujuh kali sampai ia melihat tanda-tanda akan hujan di atas gunung. Begitu juga dalam kiisah ini, Elia terus berdoa sampai anak ini hidup kembali. Hal ini bicara soal ketekunan dan kesabaran. Jangan jemu-jemu dan putus-putus untuk berdoa. Seperti halnya orang yang menebang pohon, ia akan mengayuhkan kapaknya ke pohon yang akan ditumbangkan sampai pohon itu tumbang. Demikian juga halnya dengan doa.  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Matius 7:7.
Apapaun hal yang mengancam kita hari-hari ini, datanglah kepada Tuhan. Apapun kekurangan kita yang kita alami hari-hari ini, berilah prioritas terlebih dahulu kepada Tuhan. Saat kita mengalami kehilangan, datanglah kepada Tuhan dan berserulah sampai Tuhan menjawab doa kita.

Tuhan Penjaga Israel

            Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?” Mazmur 121:1. Saat menghadapi badai hidup Raja Daud melayangkan matanya ke gunung-gunung. Gunung-gunung disini mempunyai arti kekuatan dunia yang bisa membantu setiap kita mengatasi permasalahan kita. Ada juga tafsiran yang mengatakan gunung-gunung memiliki arti menyelesaikan permasalahan yang ada dengan kekuatan sendiri. Setiap manusia cenderung mencari penyelesaian sendiri untuk mengatasi masalahnya daripada datang kepada Tuhan. Baru ketika manusia mengalami jalan buntu dan tidak ada jalan untuk menyelesaikan masalahnya baru manusia datang dan mencari Tuhan. Raja Daud bertanya darimana datang pertolongannya dan dalam Mazmur 121:2 Raja Daud menyadari pertolongannya hanya ia dapat dari Tuhan, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”
            Bukankah Hari-hari ini kita mengalamai apa yang dialami oleh Raja Daud? Keadaan ekonomi semakin hari semakin memburuk, semua aspek pekerjaan bahkan bisnis-bisnis yang ada mengalami kegoncangan, PHK terjadi dimana-mana. Seakan-akan tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Pertolongan kita hanya ada di dalam Tuhan, Tuhan yang bagaimana yang bisa menolong setiap kita?
1.      Tuhan yang Menjadikan Langit dan Bumi.
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Mazmur 121:2. Pertolongan kita berasal dari Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Setiap orang akan terkagum-kagum kepada seseorang yang mampu menciptakan suatu hal yang luar biasa. Kebanyakan orang akan menganggap orang tersebut adalah orang yang hebat. Terkadang setiap kita juga datang kepada orang-orang yang kita anggap mampu dan bisa menyelesaikan masalah kita. Padahal bukankah kita punya Allah pencipta langit dan bumi? Bukankah Allah kita adalah Allah yang harus kita kagumi karena Ia adalah Sang Pencipta yang Luar Biasa Dahsyat? Bukankah hanya kepada Dia saja kita harus datang bukan datang ke orang-orang hebat yang kita kenal? Datanglah kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi saat kita butuh pertolongan. Karena Ia adalah Allah yang bisa menciptakan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Datanglah kepada Tuhan pasti ia akan memberikan jalan keluar kepada setiap kita untuk menyelesaikan permasalah kita. Tuhan Allah kita adalah Jehova Rapha, Allah yang sanggup menyembuhkan sakit setiap kita, Dia adalah El-Gibbor Allah yang Besar dan Perkasa. Jangan membesar-besarkan masalah kita karena kita punya Allah yang Besar dan Perkasa. Allah yang lebih Besar dari setiap masalah kita.
2.      Tuhan yang Selalu Berjaga-jaga dan Menjaga Umat-Nya.
Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” Mazmur 121:3-5. Kita punya Tuhan Allah yang selalu berjaga-jaga buat setiap kita, Dia adalah Allah yang selalu berjaga-jaga 24 jam nonstop buat setiap kita. Dia bukan penjaga malam yang bisa terlelap ataupun murid-murid Tuhan Yesus yang tertidur saat berjaga-jaga. Tetapi Ia adalah Allah penjaga kita yang tidak pernah tertidur dan terlelap. Setelah menciptakan dunia ini Allah tidak diam tetapi ia tetap bergerak dan bekerja, Allah masih bekerja dalam hidup kita, Ia ada untuk menjawab setiap doa-doa kita sesuai dengan kehendak-Nya di dalam hidup kita. Allah terus bekerja melindungi dan memberkati setiap kita. Kapanpun kita datang kepada Tuhan dan ingin bertemu dengan-Nya kita bisa datang kapan saja karena Ia adalah Allah yang selalu ada buat kita dan gampang untuk setiap kita temui. Ia adalah Allah yang setia dan sabar mendengar pergumulan kita. Allah adalah naungan kita, Naungan disini memiliki arti bayangan yang selalu ada di dekat kita. Allah ada disebelah tangan kanan kita, tangan kanan berbicara tentang masa depan, hal ini berarti ada masa depan yang pasti saat kita bersama Allah.
3.      Tuhan yang Memelihara dan Melindungi Umat-Nya.
Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Mazmur 121:6-8. Kita punya Tuhan Allah yang melindungi dan memelihara umat-Nya. Dalam Mazmur Raja Daud digambarkan Tuhan Allah seperti Matahari dan Bulan yang selalu ada dan tidak menyakiti kita. Selalu memelihara setiap kita seperti kisah bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesir, Allah terus menyertai kemanapun mereka pergi, ada tiang awan dan tiang api yang memelihara dan melindungi mereka. Tuhan Allah juga manjaga kita dari dosa dan kesukaran hidup, Tuhan juga menjauhkan kita dari kecelakaan dan menjaga nyawa setiap kita. Nyawa disini berbicara tentang jiwa manusia yang meliputi pikiran, perasaan dan kehendak manusia. Biarlah pikiran, perasaan dan kehendak kita selaras dengan Tuhan, terus datang kepada Tuhan saat badai hidup datang karena ia adalah Tuhan yang menjaga keluar masuk kita. Ada perlindungan yang sempurna yang akan Tuhan berikan buat setiap kita apapun keadaan yang terjadi di dalam hidup kita. Apapun masalah kita, apapun pergumulan kita kita punya Allah penjaga Israel yang akan menjaga setiap kita.