Senin, 26 Oktober 2015

TERSERET DOSA



Ada orang yang masih bisa selamat ketika terseret oleh mobil, ada orang yang bisa terselamatkan ketika terseret oleh gelombang tsunami, tetapi tidak ada orang yang bisa selamat saat terseret oleh dosa. Ketika seseorang tidak berdiri di jalan-Nya Tuhan maka orang itu akan terseret di dalam dosa. Untuk lepas dari dosa tidak semudah yang kita pikirkan. Raja Daud yang hidupnya dekat dengan Tuhan saja bisa terseret oleh dosa (2 samuel 11:1-17).
Mengapa kita bisa terseret oleh dosa? “Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.” 2 Samuel 11:4. Manusia bisa terseret dosa Karena Kesombongan manusia akan pengetahuan dunia yang ada padanya. Daud berpikir dengan pengetahuan dunianya saat Batsyeba selesai membersihkan diri dari kenajisan tidak mungkin dia akan mengandung saat ia tidur dengannya. Kebanyakan setiap manusia sombong dengan pengetahuan dunia yang mereka miliki. Dengan pengetahuan dunia yang manusia punya, manusia berusaha menutupi kesalahan mereka. Di dalam hidup ini bukan soal seberapa banyak pengetahuan yang kita miliki tetapi hal itu harus diimbangi dengan hati yang takut akan Tuhan. Akibat dari banyak pengetahuan adalah “karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.” Pengkhotbah 1:18. Tetapi apa yang sudah dilakukan oleh Raja Daud mengakibatkan Batsyeba hamil dan Daud ingin menutupi kesalahannya itu.
Mengapa manusia menginginkan pengetahuan? Manusia ingin setara dengan Allah, dengan harapan apa yang mereka lakukan dan perbuat tidak diketahui oleh Allah. Hal ini sudah terjadi saat manusia pertama diciptakan oleh Allah. Adam dan Hawa menginginkan buah pengetahuan baik dan jahat, manusia ingin seperti Allah. Setiap manusia menginginkan pengetahuan agar mereka pintar, agar mereka kaya dan akhirnya mereka dapat pujian dan diagung-agungkan. Manusia juga menginginkan agar apa yang mereka lakukan tidak diketahui oleh siapapun. Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang bisa digunakan untuk menutupi dosa yang kita lakukan.  Mengapa manusia berbuat dosa?
1.    Manusia tidak menyadari kalau dosa adalah mata rantai yang berkesinambungan.
“Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.” 2 Samuel 11:6. Orang yang terseret dalam dosa pasti setiap keputusan yang ia ambil akan mendatangkan suatu kebodohan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan salah tetapi mereka tetap melakukannya. Keputusan yang Daud buat untuk memanggil Uria pulang adalah keputusan yang salah karena Uria sedang berperang, seharusnya yang membawa kabar peperangan ke Raja adalah tugas pelari cepat bukan tugas Uria. Begitu juga hidup orang yang terseret dosa, setiap keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang bodoh.
2.    Manusia selalu berusaha menutupi kesalahannya.
“Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.” 2 Samuel 11:8. Saat orang terseret dalam dosa mereka akan membuat dosa yang lain untuk menutupi dosa sebelumnya dan hal ini akan terjadi  terus menerus dan melahirkan dosa-dosa baru. Daud sudah salah saat ia menyuruh Uria pulang, Daud menutupinya dengan cara memberi hadiah kepada Uria. Orang yang sudah jatuh terseret dosa tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mereka tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. “Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!" 2 Samuel 11:11. Uria tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Tetapi Daud menyuruh Uria pulang agar masyarakat berpikir Batsyeba hamil karena Uria sempat pulang saat berperang. Itulah hal yang dilakukan raja Daud untuk menutupi kesalahannya.
3.    Manusia tidak sadar kalau dosa yang ia lakukan akan membawa orang lain melakukan dosa yang serupa dengannya.
“Kata Daud kepada Uria: "Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.” 2 Samuel 11:12-13. Manusia tidak sadar kalau dosa yang ia lakukan akan membawa orang lain melakukan dosa yang sama. Daud ingin agar Uria melakukan hal yang sama, karena kecenderungan manusia adalah mencari teman agar dia tidak ketahuan bersalah sendiri tetapi manusia ingin kesalahannya dilakukan oleh orang lain sehingga ia punya teman yang memiliki dosa yang serupa.
4.    Manusia tidak menyadari dosa menyebabkan kehancuran pada orang lain dan diri sendiri.
“Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat…… maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.” 2 Samuel 11:14-17. Apa yang Daud lakukan adalah dosa yang besar yang menyebabkan kehancuran pada orang lain.
Karena kelakuan Daud maka Firman Tuhan, “Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.” 2 Samuel 12:10. Apa yang Daud alami dialami oleh keturunannya sampai akhirnya pedang itu berhenti di Tuhan Yesus yang mati di kayu salib untuk kita semua. Apapun masalahmu, apapun dosa yang menyeret hidupmu, ingatlah ada Tuhan Yesus yang bisa menyelesaikan setiap masalahmu dan memutuskan setiap kutuk dan jerat dosa di dalam hidup kita.

Terang Dunia



Percuma ada terang kalau tidak ada mata yang melihat. Mata adalah indra yang penting untuk melihat dalam hidup kita. Dengan mata, manusia memutusklan segala sesuatu. Mata adalah jendela dalam hidup manusia. Bila mata kita baik maka baiklah seluruh hidup kita, tetapi saat mata kita gelap maka gelaplah seluruh hidup kita. Apa tugas kita di dunia ini? “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” Matius 5:14-15. Tuhan memberi terang kepada setiap kita bukan untuk disimpan tetapi untuk ditampilkan. Jangan bersembunyi di dunia ini tetapi tunjukan terangmu di dunia agar dunia tahu siapa Kristus yang ada di dalam hidup kita.
“Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.” 1 Yohanes 1:5. “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,” Efesus 5:8. Kita adalah terang-terangnya Tuhan. Tugas kita sebagai anak-anak terang adalah merefleksikan cahaya itu ke tempat-tempat yang gelap bukan tempat-tempat terang. Terang tidak akan berfungsi saat kita di tempat terang tetapi terang itu akan kelihatan saat kita ada di tempat gelap. Terang tidak berfungsi di dalam gereja tetapi terang akan berfungsi saat kita keluar dari gereja, baik di tempat studi kita, tempat kerja kita dan tempat-tempat dimana Tuhan meletakan setiap kita. Terang akan terlihat indah saat terang itu ada di tengah kegelapan. Sebagai anak-anak terang kita harus hidup seperti terang itu. Dalam bahasa Inggris terang mengunakan kata LIGHT. Ada lima hal yang harus kita lakukan untuk menjadi terangnya Tuhan.
1.     Life
Life brings life. Sebagai terang kita harus membawa kehidupan buat sekitar kita. Life disini adalah hidup kekal yang Yesus beri buat setiap kita. Sebagai anak-anak terang kita harus membawa kehidupan itu kepada setiap orang yang belum memiliki kehidupan kekal di dalam Yesus. Seperti halnya sebuah telur, selain dierami induknya, telur bisa menetas saat diberi terang atau cahaya. Begitu juga dengan terang yang Yesus beri buat setiap kita. Terang itu membawa hidup yang kekal, tugas kita adalah memberi hidup buat sekitar kita. Lewat kehidupan kita, kita harus bisa membawa sukacita dan semangat buat sekitar kita. Biarlah kehidupan kita selalu membawa kehidupan bukan kegalauan buat sekitar kita,
Saat cuaca mendung kebanyakan setiap orang suka hal-hal yang melo atau meratapi kegalauannya. Hal ini disebabkan karena saat mendung datang cahaya yang ditangkap oleh mata manusia berkurang yang menyebabkan zat serotonim turun dan zat melatonim naik yang membuat seseorang mudah galau dan mengantuk. Begitu juga yang dialami manusia saat mereka kekurangan cahaya atau terang Allah. Oleh sebab itu refleksikan terang Allah dalam hidup kita ke sekitar kita yang mengalami kegelapan dalam hidupnya.
2.     Inspire
Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.” Amsal 4:18-19. Tuhan sudah memberi teladan kepada setiap manusia saat ia mengambil rupa sebagai Yesus. Demikian juga hidup kita untuk sekitar kita. Kita harus jadi teladan buat sekitar bukan menjadi batu sandungan buat sekitar kita. Saat ada terang tidak mungkin manusia tersandung atau terantuk batu. Saat ada kita disuatu tempat yang Tuhan tempatkan terus jadilah teladan dan bukan batu sandungan buat sekitar kita. “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” 1 timotius 4:12. Jadilah teladan ‘inspire’ buat sekitar kita
Lewat masalah yang ada terkadang kita bisa jadi sumber inspirasi buat sekitar kita. Saat kita mengalami masalah dalam hal ekonomi dan kita masih bisa kuat dan tersenyum, maka saat ada orang yang mengalami hal yang sama seperti kita, pasti mereka terberkati dengan sikap kita. Beda halnya saat kita kelimpahan dan memberi semangat kepada orang-orang yang kekurangan maka mereka tidak mungkin mendengar apa yang kita katakana karena mereka berpikir kita tidak sama dengan mereka yang sedang mengalami kekurangan financial. Jadi apapun masalah kita hari-hari ini, ingatlah masalah adalah channel untuk setiap kita menginspirasi sekitar kita.
3.     Guide
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105. “dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan,” Roma 2:19. Sebagai terang Allah kita harus berfungsi sebagai penuntun orang-orang sekitar kita untuk menemukan kebenaran. Roh Kudus sudah Tuhan berikan buat setiap kita untuk membimbing kita dan membimbing orang-orang disekitar kita lewat kehidupan kita. Seperti halnya pesawat yang dibimbing lampu-lampyu kecil di area landasan untuk dapat mendarat dengan selamat, sebuah kapal dibimbing oleh cahaya mercusuar untuk mengetahui arah pelabuhan, mobil memerlukan cahaya untuk berjalan saat malam, demikian juga hidup kita harus jadi penuntun buat orang-orang disekitar kita. Sebagai cahaya atau terang kita berfungsi sebagai pembimbing dan penuntun orang-orang disekitar kita. Mengingatkan apa yang benar dan tidak kepada orang-orang disekitar kita, Saat seorang pembimbing salah maka akan menyebabkan kebinasaan kepada orang-orang yang ia bimbing. Jangan takut untuk membimbing orang tetapi minta bantuan Roh kudus agar setiap kita dimampukan untuk menjadi pembimbing dan penuntun orang ke jalan yang benar.
4.     Hope
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,” Efesus 1:18. Saat keadaan gelap dan kita melihat satu titik cahaya pasti kita merasa ada harapan di cahaya tersebut. Begitu juga hidup kita, jadilah harapan buat setiap orang disekitar kita. Ucapan kata-kata motivasi bukan kata-kata yang menjatuhkan sesama kita. Ada sebuah penelitihan dengan dua ekor tikus yang ditempatkan pada dua tabung berisi air yang berbeda dan memiliki oksigen yang cukup. Tabung yang satu gelap gulita tabung yang kedua diberi sedikit cahaya, hasil penelithan yang didapat adalah tikus yang ditaruh ditabung yang ada seberkas cahayanya lebih lama bertahan hidup dibandingkan dengan tikus yang ditaruh ditempat yang gelap. Tikus yang ada di tempat gelap ia cepat putus asa dan tenggelam dalam air, berbeda halnya dengan tikus yang ditaruh di tempat yang memiliki seberkas cahaya, ia terus berusaha berenang walaupun akhirnya tikus itupun mati.
Demikan hidup manusia, saat manusia lapar, tidak punya uang, mengalami krisis, mereka bisa bertahan hidup dengan usaha mereka tetapi saat manusia kehilangan harapan maka sedetik pun ia akan kehilangan nyawanya. Tugas kita adalah memberi harapan kepada orang-orang yang kehilangan harapan dalam hidup mereka.
5.     Truth
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Tohanes 8:32. “karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,” Efesus 5:9. Terang menunjukan mana yang benar mana yang salah. Orang tidak melihat terang tetapi ia melihat kebenaran dalam hidup kita. Sudahkan kita hidup benar dan menjadi kebenaran buat sekitar kita. Terkasdang manusia tidak suka hidup dalam terang karena takut menyadari kalau mereka hidup dalam hal yang salah. Tetapi kita harus hidup membawa kebenaran dan percaya tuhan sudah menebus setiap kita saat kita datang kepadanya.
Terus hidup sebagai anak-anak Allah yang merefleksikan terang Allah buat sekitar kita dengan cara membawa hidup, menjadi sumber inspirasi, menjadi pembimbing yang baik, membawa harapan buat sekitar dan menunjukan kebenaran kepada sekitar.

Senin, 19 Oktober 2015

Fokus Memandang Allah

                Kekristenan bukan bicara soal agama, tetapi Kekristenan berbicara soal hubungan kita dengan Allah. Ada tiga macam hubungan, hubungan yang pertama adalah friendship, sebuah hubungan pertemanan atau persahabatan yang biasa dilakukan oleh senua manusia. Hubungan yang kedua adalah partnership, sebuah hubungan yang hanya melibatkan orang-orang tertentu saja yang bisa diajak untuk kerjasama, tidak sembarang orang bisa melakukan hubungan partnership dengan orang lain. Hubungan yang ketiga adalah hubungan covenant people, kita adalah anak-anak perjanjian Tuhan, seperti kisah Musa yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tidak diperlukan banyak orang serta alat transportasi bahkan senjata yang canggih untuk membawa bangsa yang besar ini ke tanah perjanjian tetapi cukup dengan musa yang dipakai Tuhan dengan luar biasa.
                “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;” Mazmur 16:8-9. Dalam NKJV “I have set the LORD always before me; Because [He is] at my right hand I shall not be moved. Therefore my heart is glad, and my glory rejoices; My flesh also will rest in hope.” Raja Daud mengatakan bahwa ia senantiasa memandang Tuhan. Senantiasa disini tidak berbicara hanya sekali atau kadang-kadang tetapi selalu memandang Tuhan dalam hidupnya. Walaupun Tuhan berkata bahwa bukan Daud yang akan mendirikan rumah Tuhan tetapi Salomo, anaknya yang akan mendirikan rumah Tuhan, Daud tetap fokus dengan apa yang Tuhan katakan dan melakukan apa yang menjadi bagiannya. Teruslah pandang Tuhan dan lakukan apa yang menjadi maunya Tuhan dalam hidup kita.
                Suatu kali Petrus dan saudaranya serta teman-temannya menjala ikan di pantai danau Genesaret. Petrus dan saudaranya serta teman-temannya adalah seorang penjala ikan yang sudah ahli di bidangnya. Sudah semalaman Petrus bersama rekan-rekannya menjala ikan tetapi mereka tidak mendapat ikan satu ekor pun. Terkadang kita juga diijinkan Tuhan untuk tidak mendapat apa-apa meskipun kita sudah melakukan semua yang kita bisa. Hal itu diijinkan Tuhan agar mata kita terus fokus kepada Tuhan. Sesuatu masalah terjadi agar kita terus memandang Tuhan karena Tuhan sedang mempersiapkan setiap kita. Saat kita sudah siap menerima berkat Tuhan, Tuhan pasti mencurahkan berkat itu dalam hidup kita. Di dalam hidup manusia ada dua tabung, tabung kesombongan dan tabung kerendahan hati. Tabung kesombongan secara otomatis akan terisi terus menerus dalam hidup kita tanpa kita usahakan. Tetapi tabung kerendahan hati harus kita usahakan dan kita isi dengan kebenaran Firman Tuhan dalam hidup kita. Jika kita tidak siap menerima berkat Allah maka kesombongan itu akan menjatuhkan setiap kita. Oleh sebab itu Tuhan mengijinkan semua usaha kita tidak mendapat hasil karena kita belum siap dan tidak fokus dengan Tuhan tetapi kita fokus dengan materi atau berkat Tuhan yang akan kita dapat.
                Apa yang kita pandang itu yang menentukan apa yang kita pikirkan, apa yang kita pikirkan itu yang menentukan apa yang kita katakana, apa yang kita katakana itulah yang akan terjadi di dalam hidup kita. Miliki perkataan yang berkuasa karena dunia sedang menunggu perkataan anak Tuhan yang memberkati dunia ini. Kisah 12 pengintai dalam kitab Bilangan, adalah contoh perkataan dan fokus yang benar yang ditunjukan oleh Yosua dan Kaleb. Mengapa kita harus memandang tuhan senantiasa? Agar setiap kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita. Buatlah prioritas dalam hidup kita. Kalau kita tidak mengeset prioritas dalam hidup kita maka orang lain bahkan keadaan yang akan membuat prioritas buat setiap kita.
                Terus memandang Tuhan bisa kita lihat dari kisah Petrus yang berjalan di atas air. Saat Petrus fokus dan memandang Tuhan, ia bisa berjalan di atas air. Tetapi saat Petrus mulai memandang sekeliling dan merasakan angin yang kencang yang meniupnya, pandangnya sudah berubah dan ia tidak fokus lagi. Petrus mulai takut karena ia memandang sekelilingnya. Akhirnya pun Petrus jatuh ke dalam air tetapi Tuhan menolongnya.  Demikian juga kisah orang lumpuh yang bertemu Petrus dan Yohanes digerbang bait Allah. Mujizat terjadi saat orang lumpuh itu memandang setiap perkataan yang diucapkan Petrus dan percaya bahwa nama yesus bisa melakukan mujizat dalam hidupnya. Rahasia untuk mendapat hidup yang berkemenangan adalah terus memandang Tuhan apapun masalah yang kita alami hari-hari ini.
                “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Mazmur 32:8. Mata Tuhan selalu tertuju kepada setiap kita, kita adalah anak-anak perjanjian Tuhan. Saat mata kita tertuju kepada Tuhan, Tuhan akan menunjukan jalan yang kita tempuh. Ada kemenagan yang akan Tuhan beri buat setiap kita saat mata kita fokus memandang Tuhan. Apa yang tidak pernah kita lihat, apa yang tidak pernah kita pikirkan, apa yang tidak pernah timbul di dalam hati itu yang akan Tuhan beri buat setiap kita. “Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.” Mazmur 63:2. Terus pandang Tuhan kita ditempat yang kudus, saat kita memandang Tuhan, Tuhan akan membuat setiap kita untuk hidup kudus. “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.” Mazmur 63:1-2. Walaupun kita hidup mengalami padang gurun, terus pandang Tuhan dan fokus dengan Tuhan. Saat kita fokus dengan Tuhan, ketakutan itu akan pudar dalam hidup kita. Terus pandang Tuhan dan lakukan apa yang kita lakukan semuanya untuk Tuhan. Kolose 3:23. Tuhan mau apapun yang terjadi di dalam hidup kita, kita terus fokus dengan Tuhan. Saat menghadapi Goliath yang Daud lihat bukan musuh di depannya, tetapi Daud terus memandang Tuhan sehingga kemenangan gilang gemilang bisa Daud raih. 
                “Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.” Mazmur 123:2. Terus pandang tuhan dan pastikan kita memiliki hati hamba saat memandang Tuhan. Orang yang memandang Tuhan pasti tunduk akan apa yang Tuhan perintahkan dan dalam kehidupannya orang yang memandang Tuhan, ia pasti akan tunduk akan otoritas yang ada, baik di study, pekerjaan, gereja, keluarga dan dimanapun kita berada. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." Matius 11:29-30. Saat kita berbeban berat Tuhan akan angkat kuk setiap kita dan menganti dengan kuk yang Tuhan beri buat setiap kita. Kuk yang Tuhan beri buat setiap kita berfungsi agar kita terus memandang Tuhan dan kita jauh dari dosa kesombongan. Tetapi walaupun Tuhan memberi kuk buat setiap kita, ingatlah bahwa kuk yang Tuhan beri enak dan beban kita pasti ringan.

                Ada empat tahap pertumbuhan rohani kita, Exploring God, Beginning in God, Close to God, God Centered.  Setiap manusia pasti mengalami exploring God, saat setiap kita menerima anugerah keselamatan yang Tuhan beri maka kita akan masuk ke tahap berikutnya yaitu Beginning in God, untuk menjadi Close to God setiap kita harus baca Firman tuhan agar setiap kita semakin dekat dengan Tuhan. Untuk mencapai level yang terakhir God Cemntered kita harus fokus dengan tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita. Ciri orang Kristen yang sudah mencapai God Centered adalah ada kesukaan untuk memberi dalam hidup orang tersebut,. Terus Fokus dengan Tuhan dan jadikan Tuhan pusat hidup kita.

Minggu, 18 Oktober 2015

Hati yang Baru dan Roh yang Baru Untuk Memperbesar Kapasitas

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36 : 26. Ada tujuan Allah yang luar biasa dalam hidup kita. Apa yang dimaksud dengan hati yang baru dan roh yang baru? Hati yang baru berbeda dengan hati yang lama. Hati yang lama adalah hati yang keras yang tidak mau dituntun oleh kebenaran Firman Tuhan, sedangkan hati yang baru adalah hati yang taat dan mau dibentuk oleh Tuhan sehingga kita mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan menciptakan kita dengan tujuan yang jelas. Oleh sebab itu, Tuhan ingin setiap kita mencapai tujuan yang Tuhan telah tetapkan. Suatu saat, ada waktunya Tuhan akan berkata kepada setiap kita apakah yang sudah kita lakukan di dunia ini? Sudahkah kita mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita?
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Yohanes 15:16. Kita jadi orang Kristen bukan pilihan kita sendiri atau bukan karena kita lahir dilingkungan Kristen. Tetapi kita jadi orang Kristen karena Tuhan yang memilih setiap kita. Tidak hanya kita tahu bahwa kita dipilih Tuhan tetapi kita harus tahu mengapa kita dipilih Tuhan. Kita dipilih Tuhan karena Tuhan ingin agar kita pergi dan menghasilkan buah. Ada tujuan Tuhan yang harus kita capai dalam hidup kita. Ada goal yang harus kita capai yaitu berbuah dan buah kita tetap. Tuhan memberi hati yang baru dan roh yang baru agar setiap kita bisa mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita dan kapasitas kita akan diperbesar oleh Tuhan. Semakin besar kapasitas kita, semakin besar juga berkat Tuhan yang Tuhan berikan buat setiap kita, semakin besar juga tanggung jawab yang Tuhan beri dan kita akan dipakai Tuhan semakin lebih lagi di dalam Tuhan. Ada tiga hal yang harus kita lakukan agar kita mendapat hati yang baru dan roh yang baru agar kapasitas kita diperbesar oleh Tuhan:
1.       Bersedia Dibentuk Oleh Tuhan
“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” Yeremia 18:4. Hidup kita harus sama seperti bejana. Jika bejana yang dibuat tukang periuk itu rusak maka tukang periuk itu akan membentuk bejana itu kembali menurut apa yang baik dipemandangannya. Demikian juga hidup kita di tangan Tuhan. Jika kita bersedia dibentuk oleh Tuhan maka proses yang akan kita lewati akan sebentar saja. Tetapi jika kita tidak mau dibentuk oleh Tuhan maka prose situ akan lama seperti yang dialami oleh bangsa Israel. “Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: "Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!" Yesaya 45:9. Kita harus bersedia dibentuk oleh pembentukannya Tuhan. Jika kita tidak bersedia maka pembentukan yang akan kita alami itu semakin keras. Tetapi saat kita bersedia dibentuk oleh Tuhan maka Tuhan akan memberi hati yang baru dan roh yang baru sehingga kapasitas kita akan diperbesar.
2.       Lupakan Masa Lalu & Fokus Pada Tujuan
“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3:13-14. Paulus melupakan apa yang ada di belakangnya dan mengarahkan matanya kepada tujuan Tuhan dalam hidupnya. Kita harus mampu melupakan masa lalu dan melangkahkan kaki ke depan. Jika kita terikat dengan masa lalu kita maka kita tidak akan bisa melangkah ke depan. Tuhan sudah melupakan dan menebus masa lalu kita. Saat Yesus disalibkan, Yesus berkata sudah selesai. Segala kegagalan kita di masa lalu sudah Tuhan tebus di atas kayu salib.
Seperti hal nya Paulus, ia memiliki masalalu yang tidak baik, masa lalu Paulus adalah seorang Saulus yang merupakan penganiaya jemaat. Tetapi ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan di suatu jalan dan Tuhan berkata: Saulus mengapa engkau menganiaya Aku? Ketika mengalami perjumpaan dengan Tuhan Saulus diperdamaikan dengan Tuhan, Saulus diperdamaikan dengan dirinya sendiri dan saulus diperdamaikan dengan sesamanya. Lupakan segala kegagalan kita masa lalu dan jangan sampai terintimidasi oleh iblis. Tuhan sudah memberi hati yang baru dan roh yang baru agar kapasitas hidup kita semakin diperbesar.
3.       Bersedia Melangkah Setahap Demi Setahap

“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Matius 25:21. Terkadang setiap orang ingin langsung mencapai puncak dalam hidupnya. Padahal sebelum mencapai sebuah puncak gunung kita harus melalui kaki gunung terlebih dahulu. Tidak ada yang instan dalam hidup ini, semua membutuhkan proses dalam hidup. Proses membutuhkan kesetiaan, ketekunan dan kesungguhan dalam hidup kita sampai setiap kita mencapai gold an sasaran Tuhan. Yang dimaksud dengan perkara kecil adalah kita harus setia dengan tanggung jawab kita sekarang. Tuhan memproses kita perlahan-lahan agar mental setiap kita siap. Terkadang setiap orang ingin cepat kaya padahal mereka belum siap untuk menjadi seorang yang kaya. Bersedialah melangkah setahap demi setahap, jangan seperti gelumbung air yang cepat terbang tinggi tetapi saat sudah diatas gelembung air itu pecah. Banyak orang Kristen yang berubah setia karena kesuksesan mereka yang tidak melewati proses yang ada. Tuhan tidak mau kita hilang seperti gelembung air tersebut. Bersedialah melangkah setahap demi setahap agar kita mendapat hati yang baru dan roh yang baru sehingga kapasitas kita diperbesar oleh Tuhan.

Manusia Menajamkan Sesamanya

Kematian Yesus membuka jalan antara manusia dengan Allah yang lama telah terputus dan juga jalan antara manusia dengan sesamanya untuk bersatu. Dari awal, Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk sosial. Tetapi di zaman-zaman terakhir ini manusia banyak yang mementingkan diri mereka sendiri. Banyak orang yang sibuk dengan kepentingan sendiri dan mengabaikan lingkungan sosialnya.
Amsal 27:5,6,17 “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Dalam kitab Amsal ditulis manusia menajamkan manusia. Manusia adalah sumber masalah bagi sesamanya. Setiap masalah yang kita alami pasti ada hubungannya dengan sesama kita, mungkin salah paham atau masalah yang lain.  Karena ada dunia sosial maka hal itu menyebabkan gesekan antara sesama manusia. Pertengkaran yang timbul disekitar kita terjadi karena kesalahpahaman antara sesama manusia. Ada juga beberapa orang yang berpikir untuk mengasingkan diri dari dunia luar agar tidak mengalami gesekan. Tetapi ingatlah Tuhan menciptakan setiap kita untuk bersosial dengan sekitar.
Kisah menara Babel dalam Kejadian 11:1-9. Tuhan membuat kacau balau bahasa manusia. Kesalahpahaman ada karena Tuhan mengacaukan bahasa umat manusia. Tidak hanya bahasa tetapi Tuhan juga membuat kacau balau bahasa, logat dan pola pikir mereka. Kekuatan terbesar manusia adalah kesatuan ‘unity’. Tuhan melihat hal ini adalah sesuatu yang tidak baik, saat manusia memiliki kekuatan yang besar kecenderungan manusia adalah ingin sama dengan Tuhan. Manusia cenderung berpikir jahat karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa. Kejadian 11 menceritakan kita bahwa manusia ingin membuat kota yang tinggi dan diam disitu agar tidak terserak ke seluruh bumi. “Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." Kejadian 11:4. Tuhan mencerai beraikan manusia karena manusia ingin menyamai Tuhan dan manusia telah menentang perintah Allah. Allah berfirman kepada manusia untuk beranak cucu dan penuhi bumi tetapi orang-orang Babel ingin bersatu di menara Babel agar keturunan mereka tidak terserak. Tuhan punya rencana yang indah buat setiap manusia, walau Tuhan membuat umat manusia tercerai berai pada masa babel tetapi dalam perjanjian baru Tuhan menyatukan kembali lewat kematian Yesus Kristus. “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,” Efesus 2:13-14. Kita satu dengan Allah dan sesama tidak bisa kita lakukan dengan cara manusia tetapi lewat caranya Tuhan yaitu dengan pengorbanan Yesus.
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Amsal 27:17. Besi yang tumpul tidak ada gunanya. Oleh sebab itu besi yang mulai tumpul harus kita pertajam kembali. Demikian juga hidup manusia. Besi bisa tumpul karena dipakai terus menerus atau didiamkan dan tidak dipakai. Besi harus dipakai terus dan jangan lupa untuk menajamkannya kembali. Begitu juga hidup manusia, saat kita melayani Tuhan terus menerus jangan lupa untuk kita menajamkan hidup kita. Melayani bukan berarti terbatas dengan pelayanan gereja, tetapi melayani berbicara tentang apa yang kita lakukan buat sekitar kita untuk Tuhan. Apa yang kita lakukan di keluarga kita, apa yang kita lakukan di tempat kerja kita dan apa yang kita lakukan ditempat kita menuntut ilmu dan tempat-tempat lainnya. Jika kita sibuk dengan pelayanan kita dikeluiarga, sibuk bekerja, sibuk dengan study kita dan sibuk dengan pelayanan digereja kita tapi kita lupa menjamkannya maka hidup kita bisa menjadi tumpul dan tak berguna. Besi yang tumpul selain tidak ada gunanya juga bisa merusak. Begitu halnya dengan hidup kita.  Bagaimana kita bisa menajamkan hidup kita? “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10:25. Datang ke Tuhan dan isi kembali hidup kita dengan setiap perkataan Tuhan dan minta Roh Kudus untuk terus mempertajam hidup kita.
Seperti dalam Amsal 27:17, orang menajamkan sesamanya. Kata sesama dalam ayat ini memakai kata ‘rea’ yang berarti orang terdekat. Siapa orang terdekat, mereka bisa keluarga, gereja kita dan komunitas kita. Mereka bisa membentuk kita dan menguatkan kita dan mereka juga bisa bergesekan dengan kita. Tetapi justru lewat itu kita dipertajamkan oleh Tuhan. Saat kita tumpul ada keluarga yang mengingatkan kita, ada komunitas komitas sel yang ada di gereja yang bisa menguatkan kita dan menegur kita saat kita salah. Selain lupa mengasah hidup kita dengan persekutuan kita dengan Tuhan, hidup kita bisa tumpul karena dosa-dosa yang ada pada diri kita. Dosa seperti karat yang bisa merusak besi. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dan Roh kudus dicurahkan untuk menguduskan hidup setiap kita. Proses pengudusan oleh Roh Kudus tidak terjadi secara instan tetapi ada proses yang harus dilewati. Proses seperti apa, seperti gesekan kita dengan sesama kita. Lewat gesekan itu kita bisa tahu apa yang kurang dari setiap kita. Jangan melihat kritikan orang kepada kita sebagai sesuatu yang negatif tetapi lihatlah kritikan orang sebagai saran buat setiap kita untuk lebih baik lagi. Saat kita bisa mengubah pola pikir kita saat ada orang yang suka kritik kita maka perlahan demi perlahan hidup kita akan dipertajam oleh Tuhan. Dengar apa yang orang katakana dengan kita dan perbaiki hidup kita agar setiap kita sempurna dan kudus dihadapan Tuhan. Saat besi itu tajam, besi itu akan bebas dari karat dan besi itu akan bersinar ke sekitarnya. Dan biarlah sinar yang ada dalam hidup kita yang sudah dipertajamkan sesama kita merefleksikan Kristus di dalam hidup kita.

Gesekan ada untuk menajamkan kita. Apapun gesekan yang ada semua tergantung dengan respon kita. Jika kita lari dari gesekan yang ada maka hidup kita tidak akan pernah tajam dan bersinar sehingga tidak ada refleksi Kristus dalam hidup kita. Apapun gesekan yang ada di keluarga kita, di gereja kita, di tempat kerja kita, di tempat kita belajar dan kuliah, jangan lari dari itu semua. “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.” Amsal 27:5-6. Kebanyakan apa yang dikatakan orang yang membenci kita adalah lebih jujur dari kata sahabat kita. Apapun kata orang-orang yang mengkritik kita, anggaplah kritik itu menjadi saran buat setiap kita. Karena musuh kita akan mencari kesalahan-kesalahn kita yang bahkan sahabat kita tidak tahu untuk menjatuhkan kita, tetapi berterima kasihlah kepada mereka jika mereka memberitahukan apa kesalahan kita. Karena dari mereka kita tahu kesalahan kita dan kita tahu apa yang harus kita perbaiki dalam hidup kita. Jadi sempurna seperti Yesus perlu proses, kita bisa menjadi sempurna dengan cara menghilangkan karat yang ada di dalam hidup kita. Kita bisa tahu karat dalam hidup kita dari musuh kita, musuh kita adalah orang yang berperan menunjukan karat dalam hidup kita. Jangan benci dan akar pahit dengan mereka. Ampuni mereka karena lewat mereka kita tahu kesalahn kita. Ingatlah kalau gesekan ada agar setiap kita sempurna seperti Kristus sehingga hidup kita merefleksikan Yesus di hidup kita. Orang yang marah terjadi karena respon yang salah terhadap gesekan yang ada. Kita adalah mahkluk sosial, Tuhan mati dikayu salib untuk memulihkan hidup kita dan memperbaiki hubungan kiita dengan Tuhan Allah dan sesama. Kita hidup pasti ada proses dan gesekan, tetapi semua tergantung dari respon kita.

Mengejar Perkenanan Tuhan

Apa yang kita kejar dalam pengiringan kita terhadap Yesus? Banyak orang dekat dengan Tuhan untuk mencari berkat dari Tuhan. Perlu kita ketahui segala yang buruk, baik kutuk, kemiskinan, sakit penyakit sudah Tuhan Yesus tanggung di atas kayu salib dan Yesus memberikan kita kekayaan, kesehatan yang terbaik serta jaminan masa depan yang penuh harapan buat setiap kita. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah itu fokus utama kita mengiring Yesus selama hidup kita? “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.” 2 Korintus 5:9. Marilah dalam pengiringan kita kepada Yesus yang kita kejar adalah hidup berkenan dihadapan Tuhan. “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Kisah Para Rasul 13:22. Daud adalah seorang yang berkenan dihati Tuhan. Dalam hidup ini jangan kejar sesuatu yang bersifat sementara, seperti kekayaan, kedudukan, jabatan dan hal lainnya, tetapi kejarlah perkenanan Tuhan dalam hidup kita. Ada beberapa hal yang boisa kita pelajari dari Raja Daud untuk mendapat perkenanan dari Tuhan,
1.       Hormat Kepada Orang Tua
“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.” Mazmur 51:7-8. Daud mengaku bahwa ia lahir dari seorang ibu. Dalam hidupnya, Daud menghormati ibu dan ayahnya walaupun Isai ayah Daud sering memandang Daud sebelah mata dibanding saudara-saudaranya yang gagah perkasa. Tetapi walau demikian Daud tetap hormat kepada orang tuanya. Siapapun orang tua kita, bagaimanapun cara kita lahir, ingatlah bahwa kejadian kita dahsyat dan ajaib. Kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan tetapi kita harus bersyukur kepada Tuhan dan hormat kepada orang tua kita. Banyak orang melihat rupa tetapi ingat kisah Daud, saat nabi Samuel disuruh Tuhan Allah untuk mengurapi anak Isai, walaupun saudara-saudara Daud gagah perkasa Tuhan tidak memilih mereka tetapi Tuhan melihat hati dan Tuhan memilih Daud. Hormatilah kedua orang tua kita selama mereka masih ada. Jangan melihat apa yang buruk dari mereka tetapi hormati dan kasihi mereka.  Perkenanan ada saat kita bisa hormat dengan orang tua kita.
2.       Mengandalkan Tuhan Saja Tanpa Percabangan
Seperti kisah Daud melawan Goliath, Daud sepenuhnya mengandalkan Tuhan saja. Ia tidak mengandalkan kekuatan yang ia miliki. Saat daud sepenuhnya mengandalkan kekuatan Tuhan, ia pun akhirnya mengalami kemenangan yang gilang gemilang saat melawan Goliath. Saat kota Ziglak terbakar dan orang-orang Amalek menawan Istri dan anak-anaknya. Daud menangis kepada Tuhan, ia menguatkan keyakinanannya dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya saat kejadian itu terjadi. Akhirnya ada jalan keluar yang Tuhan beri dan akhirnya orang-orang Amalek yang menawan istri dan anak Daud dikalahkan oleh Daud.  Terus andalkan Tuhan dalam hidup kiita. Apapun masalah kita andalkan Tuhan yang selalu menolong kita dan memberi kita jalan keluar disetiap masalah kita. “Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Yeremia 17:5. Hidup Daud berkenan kepada Tuhan karena ia mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
3.       Penuh Pengampunan
“Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." 1 Samuel 18:6-7. Raja Saul iri saat perempuan-perempuan memuji-muji Daud. Singkat cerita Saul dengki kepada Daud dan  ingin membunuh Daud, Daud melarikan diri dan Saul mengejarnya. Sebenarnya ada kesempatan untuk Daud membunuh Saul tetapi ia tidak melakukannya karena ia tahu, Saul adalah orang yang diurapi Tuhan. “Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?" 1 Samuel 26:9.Daud penuh pengampunan dan ia tahu Tuhan itu adil dan ia sendiri akan mengadili perkara Saul. Daud tidak membalas kejahatan Saul dengan hal yang jahat tetapi ia membalas dengan kebaika. Saat seorang baik kepada kita dan kita balas jahat maka itu adalah sifat Iblis, saat ada orang yang baik dengan kita dan kita balas dengan kebaiakan itulah sifat manusia. Tetapi saat ada orang yang jahat kepada kita dan kita balas dengan kebaikan itulah sifat Yesus yang harus kita contoh. Sebagai anak Allah hidup kita harus hidup penuh dengan pengampunan. Lepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita. Saat kita melepaskan pengampunan, kita akan mendapat perkenanan dari Tuhan. 
4.       Tidak Menyembunyikan Dosa dan Cepat Bertobat
Saat Raja Daud ditegur Nabi Nathan karena ia berdosa dengan Betzebah ia melakukan perencanaan pembunuhan Uria, suami Betzeba, Raja Daud tidak mengelak dan mencari kambing hitam. Raja Daud mengakui kesalahannya dan tidak menyembunyikan dosanya. Jangan bersandiwara di dalam hidup kita. Dihadapan Tuhan semua terbuka tidak ada yang tertutup. Jika kita salah cepatlah bertobat dan minta ampun kepada Tuhan. Amsal 28:13, Akui keslahan kita dan cepatlah bertobat untuk mendapat perkenanan dari Tuhan. Tuhan memang satu kali mati dikayu salib untuk menebus dosa kita. Tetapi saat kita berdosa kita harus datang ke Tuhan dan cepat bertobat agar Tuhan berkenan akan hidup kita.
5.       Penuh Kerinduan Akan Tuhan

Daud penuh kerinduan akan Tuhan sperti seekor rusa yang merindukan air danau, seperti tanah kering yang merindukan hujan. Daud sangat rindu bersekutu dengan Tuhan, bahkan ia mengatakan lebih baik satu hari dirumah Tuhan daripada seribu hari ditempat lain. Kisah Martha dan maria adalah contoh yang bisa kita teladani untuk mengambil bagian yang terbaik kita buat Tuhan. Martha complain kepada tuhan saat melihat Maria hanya duduk-duduk saja di kaki Tuhan. Tetapi jawab Tuhan, Maria telah mengambil bagian yang terbaik. Lukas 10:39-42. Hanya satu saja yang perlu yaitu duduk di kaki Tuhan. Kasih kita akan tumbuh saat kita memilih bagian yang terbaik yaitu duduk di kaki Tuhan. Tujuan kekristenan adalah keakraban dengan Tuhan. Sekalipun kita orang yang hebat di komunitas kita tetapi saat kita tidak memiliki kasih, itu semua tidak berguna. Tuhan menciptakan kita dengan sebuah kekosongan dalam hati kita. Tidak ada yang bisa mengisi kekosongan dihati kita selain diisi oleh Tuhan.

Senin, 12 Oktober 2015

Manusia Hina Sebagai Makluk Mulia



Apa tujuan manusia hidup dan diciptakan oleh Allah? Untuk apa manusia ada? Terkadang sering muncul berbagai pertanyaan dalam diri manusia, kalau Allah itu baik mengapa banyak manusia yang mengalami masalah, problem hidup, pergumulan dan penderitaan? Kalau hidup ini tidak mengenakan mengapa kita harus dilahirkan? Banyak pertanyaan – pertanyaan yang sering ditanyakan manusia saat mereka dalam penderitaan. Tetapi perlu kita ketahui kalau Allah mempunyai tujuan yang luar biasa saat menciptakan manusia. Allah sudah memiliki blue print sebelum ia menciptakan manusia. Allah juga memiliki planning yang luar biasa dalam hidup manusia. Allah menyebut manusia ciptaan-Nya sebagai biji mata-Nya. Siapakah manusia? Ada rahasia yang besar yang perlu kita ketahui tentang siapa manusia di mata Allah.
1.       Manusia adalah mahkluk pilihan Allah yang sangat istimewah dan luar biasa
Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.” Mazmur 8:2. Raja Daud menjelaskan bahwa Allah adalah pencipta yang agung dan mulia. Segala ciptaan Allah melukiskan keagungan Allah. Angin yang menderu, laut yang bergelombang, burung yang berkicau semua melukiskan keagungan dan kemuliaan Allah kita. “Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.” Mazmur 8:3. Ada pihak-pihak yang tidak dapat menerima kebesaran dan keagungan Tuhan Allah. Oleh sebab itu Allah meletakan dasar-dasar kekuatan Allah kepada mulut-mulut bayi untuk menceritakan kebesaran dan keagungan Allah. “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:” Mazmur 8:4. Bulan, bintang, bumi dan ciptaan yang lain adalah karya Allah yang besar. Kita tidak bisa mengukur seberapa besar Allah kita saat kita melihat segala ciptaan-Nya. Allah kita adalah Allah yang besar sedangkan kita manusia adalah ciptaan Allah yang sangat kecil. Kehidupan kita sangat kecil dibandingkan dengan kebesaran Allah kita. Kita tidak dapat menandingi kebesaran Allah kita.
Tetapi di Mazmur 8:5, “apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Mengapa Allah mengindahkan manusia? Mengapa Allah menganggap manusia sebagai mahkluk yang berharga dan istimewah di hadapan Allah? Kata manusia diambil dari bahasa Ibrani ‘maenosi’, kata maenosi memiliki arti bahwa dalam diri manusia ada konsep Allah yang luar biasa. Konsep apa yang Tuhan mau dalam diri manusia? Untuk membentuk manusia diperlukan hanya satu sel sperma dari 35 juta sel sperma yang ada untuk bertemu dengan sel telur dan menghasilkan zigot. Dari awal pembentukan manusia, hidup manusia penuh dengan persaingan tetapi satu sel sperma yang keluar sebagai manusia tadi adalah bibit yang unggul dari sel sperma yang lain. Sel sperma tersebut mampu bersaing dan mengalahkan 35 juta sel sperma lainnya. Begitu juga dalam kehidupan kita sekarang, banyak terjadi persaingan disekitar kita, tetapi ingatlah kita adalah bibit unggul dari Allah, apapun persaingan yang ada, Allah akan membuat kita keluar sebagai seorang pemenang dalam setiap persaingan yang ada. Itlah konsep yang tuhan sudah rancangkan dalam kehidupan manusia.
Seorang Prof. Norwi ahli kimia dan computer mencoba menghitung berapa besar nilai manusia, ia menghitung nilai manusia dari ujung rambut sampai kaki. Dalam rambut manusia ada zat prokletin yang dibutuhkan oleh rambut. Zat ini bekerja mulai dari manusia lahir kedua sampai umur 50 tahun. Total zat yang dibutuhkan manusia selama 50 tahun adalah 20 gram, harga 20 gram zat prokletin adalah 160 juta US Dollar, selain zat itu manusia juga perlu yang namanya antibody, zat antibody didapat manusia saat ia menyusu pada ibunya, ada sekitar 10 gram antibody yang diberikan seorang ibu kepada bayi mereka untuk tumbuh dan kebal terhadap penyakit, 10 gram zat ini senilai dengan 17 juta US Dollar. Jadi hormatilah ibu kita yang sudah membesarkan setiap kita. Singkat cerita total keseluruhan harga manusia tanpa nyawa adalah 85 milyar US Dollar. Saat professor ini mencoba menghitung nilai nyawa manusia, computer yang ia pakai Eror karena nilai nyawa manusia sangat berharga. Nila manusia lebih besar dari nilai bumi ini. Harga bumi ini dari hasil penelitihan adalah sekitar 1Desilion = 1 x 1030. Hidup manusia jauh sangat berharga di banding harga bumi ini, apalagi ada Roh kudus yang tak ternilai dan sangat berharga dalam hidup setiap orang yang percaya. Siapapun kita ingatlah kalau hidup kita sangat berharga di hadapan Allah.
Siapakah manusia sehingga Allah mengingatnya? Kata ‘mengingat’ diambil dari kata ‘zakar’ yang memiliki arti Sesuai dengan keinginan Allah saat pertama kali Allah menciptakan manusia. Kata ‘mengindahkannya’ diambil dari kata ‘pagat’ yang berarti Allah mau melawat kembali manusia yang bobrok untuk kembali ke konsep Allah yang semula. Siapapun kita, seburuk apapun hidup kita, datanglah kepada Tuhan Allah karena Allah akan melawat kita kembali ke konsep Allah yang luar biasa. Konsep Allah adalah menjadikan setiap manusia lebih dari pemenang.
2.       Manusia adalah mahkluk yang dimahkotahi kemuliaan dan hormat dari Allah
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” Mazmur 8:6. Manusia diciptakan hampir sama dengan Allah tetapi manusia bukanlah Allah. Allah memahkotai manusia dengan kemuliaan dan hormat dari Allah. Ada kemuliaan yang Allah beri buat setiap kita dalam kehidupan kita umat manusia. Jangan takut menjalani hidup ini karena ada perbedaan antara orang yang hidup benar dihadapan Allah dengan orang yang hidupnya seperti dunia. Ada kemuliaan yang Tuhan beri buat setiap orang yang hidup benar dihadapan Allah. Seperti halnya kisah Daniel yang hidup penuh persaingan. Ia mempunyai hubungan yang baik dengan Allahnya. Tiga kali sehari ia berdoa kepada Allah sehingga urapan Allah turun atas hidup Daniel. Kemuliaan Allah berbicara tentang urapan Allah. Urapan Allah bisa kita terima saat kita bersekutu dengan Allah. Apapun masalah dan persaingan yang kita hadapi ingatlah ada kemuliaan dan hormat Allah yang Tuhan berikan buat setiap kita manusia.
3.       Manusia adalah mahkluk yang diberi Allah kuasa atas segala ciptaan Allah
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:” Mazmur 8:7. Selain manusia sebagai mahkluk pilihan Allah yang luar biasa, manusia dimahkotahi Allah dengan kemuliaan dan hormat. Allah juga memberi kuasa kepada setiap manusia. Kuasa sudah Tuhan berikan kepada manusia saat awal penciptaan manusia. Yang menjadi masalahnya adalah banyak manusia yang tidak percaya diri bahwa di tngan mereka ada kuasa yang sudah Tuhan beri buat setiap kita. Segala sesuatu sudah Tuhan letakan dibawwah kaki manusia. Manusia diciptakan penuh dengan kuasa. Jadilah seorang pemenang karena Tuhan Allah sudah memilih kita, memahkotai kita, dan memberikan kuasa kepada setiap kita.