Minggu, 03 Mei 2015

Dalam Rumah Tuhan



“Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.” Lukas 15:17. Dalam nats tersebut anak bungsu berada dalam suatu titik dimana ia baru menyadari ia memiliki seorang bapa yang berlimpah makanan di rumah bapanya. Setiap kita mungkin sering mengalami keadaan seperti anak bungsu. Keluar dari rumah dan teringat kembali kepada Bapa di Surga saat kita berada dalam kondisi yang menyedihkan. Ada waktunya setiap kita dalam keadaan paling rendah tetapi ingatlah kita punya Bapa yang baik, sehingga saat kita dekat dengan-Nya kita akan diangkat oleh-Nya. Sudahkah kita mengalami janji-janji Tuhan hari-hari ini? Khotbah demi khotbah mungkin sudah sering kita dengar di dalam gereja tetapi terkadang kita belum menerima janji Tuhan. Sadarilah keadaan kita dan miliki kemauan untuk menikmati janji Tuhan. Masa depan yang penuh harapan sudah Tuhan beri buat setiap kita. Ada sesuatu yang besar yang Tuhan sediakan buat setiap kita, temukan masa depan kita dan bangkitlah! “Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,” Lukas 15:18.
Dalam Yohanes pasalnya yang ke 5, dikisahkan tentang seorang lumpuh yang 38 tahun mengalami kelumpuhan di dekat kolam Betesda. Betesda adalah pusat kesembuhan tetapi ironis sekali seorang lumpuh ini menderita lumpuh selama 38 tahun di tengah-tengah pusat kesembuhan. Tetapi saat Yesus datang, Yesus menyuruh orang ini bangkit dan berjalan sehingga ia pun sembuh dari sakit lumpuhnya. Begitu juga dalam hidup kita, kita tahu bahwa Tuhan telah menyiapkan hari depan yang penuh harapan buat setiap kita, jadi sadarilah dan bangkitlah di dalam Tuhan. Kita harus hidup di dalam berkat Tuhan. Dengan cara apa? Dengan cara bangkit seperti orang lumpuh tersebut.
Kita adalah anak-anak Tuhan. Pegang identitas itu dimana pun kita berada. Seperti halnya anak bungsu yang menyadari keadaannya dan kembali ke rumah bapanya. Identitas dan budaya kita makin hari makin dikikis oleh perkembangan zaman. Jangan sampai identitas kita diubah oleh zaman ini. Kita adalah anak-anak Tuhan, kita adalah biji mata Tuhan dan kita adalah umat kesayanagn Tuhan. Sadari itu semua dan bangkitlah. Saat seorang anak meminta kepada bapanya pasti bapa akan memberikan yang terbaik buat anak tersebut. Begitu juga dengan Bapa di surga, ia akan memberi yang terbaik buat setiap kita. Ia akan memberikan kepada kita apa yang kita perlukan di dalam hidup kita. Yakinlah saat kita datang dan meminta sesuatu kepada Bapa, yakinilah Bapa akan berkata “Ya” kepada setiap permintaan kita. Kita punya bapa yang siap membela setiap kita. Jangan sampai kita kehilangan identitas dalam hidup kita. Teladani Yesus saat Ia dicobai oleh iblis.
Selain kita harus sadar dan bangkit di dalam Tuhan. Yang jadi pertanyaan buat setiap kita adalah apakah kita masih di dalam rumah atau kita berada di luar rumah Bapa seperti kisah anak  bungsu tersebut. Ada tiga hal yang bisa membuat kita berada di luar seperti kisah dalam Lukas 15:
1.       Mencintai Berkat Tuhan
“Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.” Lukas 15:12. Siapakah yang kita cintai dalam hidup kita. Kita cinta Tuhan atau kita mencintai berkat Tuhan. “Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Yohanes 6:26. Orang-orang mengikut Tuhan karena dikenyangkan oleh mujizat Tuhan. Banyak orang mengikut Tuhan bukan karena ia percaya kepada Tuhan tetapi mereka mengikut Tuhan karena perbuatan, mujizat serta berkat Tuhan yang mereka terima saat mereka ikut Tuhan. Merek ikut Tuhan karena mereka minta lebih kepada Tuhan. Cintai Tuhan bukan mencintai berkat Tuhan. Cintai Tuhan lebih dari segalanya, emas perak dan permata tiada artinya jika kita memiliki hati yang mencintai Tuhan. Miliki kedewasaan di dalam Tuhan dan kasihi Tuhan setulus hati kita bukan karena kita mau diberkati. Bukan Cuma ikatan status tetapi biarlah ada ikatan kasih kita dengan Tuhan.
2.       Meragukan Kasih Tuhan
“Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.” Lukas 15:18-19. Anak bungsu ini meragukan kasih bapanya. Ia berkata bahwa ia tidak layak jadi anak bapanya. Seberapa besar kesalahan kita saat kita kembali kepada Bapa, yakin dan percayalah bahwa Bapa di surga tetap menganggap kita sebagai anak-anak-Nya bukan sebagai orang upahan. Kasih Tuhan sudah teruji di kayu salib. Jangan pernah ragukan kasih Tuhan. Kasih Tuhan pun tidak hanya berbicara saat kita mendapat hal yang baik dari Tuhan tetapi saat kita ditegur Tuhan pun itu merupakan kasih Tuhan buat setiap kita. Begitu juga dalam hidup kita, jika kita mengasihi orang yang kita kasihi jangan enggan untuk menegurnya saat ia melakukan kesalahan. Siapkan generasi yang kuat lewat didikan yang benar. Identitas kita adalah anak, maka seorang anak harus memiliki hati yang mudah ditegur. Kalau kita punya hati yang mudah ditegur maka kita akan menjadi lebih baik dalam hidup kita. Diam dan dengarlah teguran dari Allah, jangan banyak membantah dan berargumentasi. Diam dan temukan cinta Tuhan disetiap apa pun yang Tuhan lakukan.
3.       Marah Dengan Tuhan
“Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.” Lukas 15:28. Anak sulung marah saat melihat bapanya membuat jamuan buat adiknya. Tetapi saat anak sulung marah bapa keluar dan menghampirinya. Beda dengan saat anak bungsu yang keluar rumah. Bapa tidak mencarinya tetapi anak bungsu itu kembali lagi kepada bapa. Anak sulung marah dengan cara Tuhan menolong orang lain. Kita tidak berhak mengatur Tuhan. Tuhan kita berdaulat dan kedaulatan Tuhan melakukan apapun juga. Yang bisa kita lakukan adalah percaya apapun yang Tuhan lakukan itu mendatangkan kebaikan buat setiap kita dan memberikan kepada setiap kita hari depan yang penuh harapan. Banyak orang datang kepada Tuhan dengan pemahaman yang salah. Miliki pemahaman yang benar dalam hidup setiap kita. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11.

Minggu, 26 April 2015

Menjadi Pelayan Tuhan

Hari-hari ini kita akan masuk ke dalam penuaian besar. Sebelum Yesus naik ke surga, Ia berpesan jangan kemana-mana sebelum Roh Kudus turun ke atas murid-muridNya. Hari-hari ini siapapun kita, Roh Kudus akan bekerja kepada setiap kita untuk penuaian besar-besaran yang terjadi.
“Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.” Kisah Para Rasul 6:1-2. Karena jumlah pengikut Tuhan bertambah banyak pada zaman Kisah Para Rasul, maka para Rasul memilih dan mengangkat beberapa orang untuk mengatur tugas pelayanan pada waktu itu. Maka Para Rasul memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Jangan puas menerima Tuhan secara pribadi tetapi layanilah dan kenalkanlah Tuhan kepada sesama kita. Setiap kita memiliki kekurangan tetapi saat Roh Kudus turun ke atas setiap kita, Roh Kudus akan memampukan setiap kita dalam melakukan pelayanan. Jangan cukup menjadi jemaat yang cuma hadir saat pelayanan saja serta melihat dan mengomentari jalannya pelayanan tetapi terjunlah dalam sebuah pelayanan dimana setiap kita terpanggil untuk melayani.
Kalau kita melihat fenomena-fenomena yang terjadi dibangsa ini, beberapa hari ini Indonesia lagi di goncangkan dengan banjir di berbagai tempat. Saat melihat apa yang terjadi, setiap kita pasti bertanya-tanya apa yang menjadi maunya Tuhan akan bangsa ini? Jangan terfokus dengan masalah yang terjadi tetapi lihatlah lawatan Tuhan buat bangsa kita. Orang percaya maupun orang yang belum percaya Yesus sama-sama terkena musibah banjir yang sedang terjadi, tetapi yang membedakan mereka adalah orang yang percaya bisa menyingkapi semuanya itu dengan baik. Ada tiga hal yang Tuhan cari untuk menjadi pelayanan-Nya untuk sekitar kita.
1.       Memiliki Kerohanian yang Baik
“Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Kisah Para Rasul 6:3-4. Diantara orang-orang yang dipilih oleh Para Rasul ada seorang yang bernama Filipus yang ternal memiliki kerohanian yang baik. Tuhan bukan mencari orang yang hebat di luar tetapi Tuhan mencari orang yang luar dan dalamnya baik. Bukan orang hebat tetapi orang yang terkenal baik. Begitu juga hidup kita, Yesus telah mati buat setiap kita oleh sebab itu kerjakan keselamatan yang sudah Tuhan beri buat setiap kita dengan berbuat baik kepada sekitar.
2.       Peduli akan Sekitarnya
Kita dipanggil untuk mengasihi orang disekitar kita. Jadikan hidup kita garam dan terang dimana pun kita di tempatkan Tuhan. Garam tidak akan berdampak jika diletakan di tempat garam bersama garam yang lain. Begitu juga halnya dengan terang yang tidak akan berfungsi jika ditempatkan di tempat terang. Filipus memperbesar kapasitasnya dan mulai peduli dengan daerah Samaria yang dihuni oleh orang-orang yang tidak dianggap oleh sekitar mereka. Begitu juga dalam hidup kita, lihatlah sekeliling kita, banyak orang-orang yang butuh perhatian setiap kita. Jadilah seperti Filipus yang peduli dengan orang-orang yang tidak dianggap oleh dunia.
3.       Mengerti Firman Dengan Baik

Filipus tahu baik Firman Tuhan oleh sebab itu, ia keluar dan menjadi berkat buat sekitarnya. Dalam hidup kita, adakah kita memiliki waktu yang lebih un tuk mendalami dan mengerti tentang Firman Tuhan. Saat kita mengetahui kebenaran Firman Tuhan pasti kita akan tahu kalau di dalam diri kita ada kuasa yang Tuhan beri buat setiap kita. Lengkapilah diri kita dengan Firman Tuhan untuk penuaian besar yang terjadi hari-hari ini.

Kamis, 26 Maret 2015

Dari Mentalitas Lokal Menuju Mentalitas Global

Ketika Yesus terangkat ke Surga dan Roh Kudus datang, Yesus ingin mengubah mentalitas murid-murid-Nya yang memiliki mentalitas lokal menjadi mentalitas global. Sepanjang Yesus mengajar murid-murid-Nya, Ia berusaha mengubah mental mereka. Tetapi saat Yesus terangkat dan Roh Kudus di curahkan ke atas mereka hidup mereka berubah secara luar biasa. “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Kisah Para Rasul 1:6. Murid-Murid hanya memikirkan Israel sebelum Roh Kudus tercurah dalam hidup mereka. Mereka punya hati hanya untuk daerah lokal mereka saja. “Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul 1:7-8. Tidak gampang mengubah mental seseorang. Begitu juga yang di alami oleh Yesus dengan murid-muridNya. Selama mengikut Yesus murid-murid masih memiliki mental lokal dan tidak mau keluar dari zona mereka. Tetapi saat Yesus terangkat ke surga dan Roh Kudus turun ke atas murid-muridnya, Roh Kudus merubah mental para murid. Mental – mental lokal berubah menjadi mental global.
Tuhan memberkati kita itu tidak sulit, tetapi yang sulit adalah mengubah mental setiap kita saat kita memperoleh berkat dari Tuhan. Jangan gunakan mental Galilea tetapi gunakan mental global. Kuasa Roh Kudus itu ‘dunamos’, untuk mengubah seseorang perlu adanya kuasa yang dinamis. Saat Roh Kudus hadir ada tiga perubahan yang dialami murid-murid Tuhan.
1.       Keluar dari Wilayah Geografis
Kehadiran Roh Kudus membuat murid-murid Yesus keluar dari Zona mereka, mereka keluar dari Galilea dan memberitakan injil ke seluruh penjuru bumi. Kalau kita memiliki pikiran seperti Tuhan maka kita harus memiliki pikiran yang global. Ubahlah mental kita agar kita bisa bergerak bersama Tuhan. Ini adalah saat untuk setiap anak-anak Tuhan keluar dari zona mereka dan mengerjakan pekerjaan yang Tuhan sudah suruh buat setiap kita. Roh Allah adalah Roh yang global yang memikirkan seluruh umat di dunia. Murid-Murid Yesus mulai berani keluar saat Roh Allah hinggap dalam hidup mereka dan keluar menjadi saksi Tuhan di seluruh dunia.
2.       Kemampuan Berkomunikasi
Saat kita memiliki mental global maka Tuhan akan melengkapi kita dengan kemampuan berkomunikasi secara global. Murid-murid Tuhan diperlengkapi Tuhan dengan berbagai bahasa yang ada di dunia. Saat mental kita diubah, tidak hanya kita keluar meninggalkan wilayah geografis kita tetapi kita juga akan diberi kemampuan dalam berkomunikasi secara global. Ketika orang Kristen dihinggapi oleh Roh Kudus maka akan terjadi perubahan dalam hidup mereka. Siapaun kita yang percaya dengan Yesus pasti akan disiapkan Tuhan untuk bergerak secara global. Roh Kudus akan mengubah hidup kita dan mentalitas kita.
3.       Perubahan Radikal dalam Menghadapi Orang
Sebelum dihinggapi Roh Kudus, mental murid-murid Yesus adalah mental pecundang. Seperti halnya Petrus yang takut saat seorang perempuan bertanya kepadanya apakah ia adalah murid Yesus orang yang ditangkap itu. Ia tidak berani menjawab dan berkata bhawa ia tidak mengenal Yesus. Tetapi saat Roh Kudus ada dalam hidup Petrus maka ia berubah secara radikal dalam hidupnya. “Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Kisah Para Rasul 4:8-12. Mental Petrus berubah saat ada Roh Kudus dalam hidupnya.

Kamis, 12 Maret 2015

“Berakar“



“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kolose 2:7. Berakar sangat diperlukan oleh setiap kita. Selain akar dalam struktur tanaman terdapat juga batang, daun, bunga dan buah. Tetapi perlu diingat bahwa batang, daun, bunga dan buah tergantung pada keadaan akar tanaman tersebut. Alkitab banyak bicara mengenai akar dan juga tanaman karena Tuhan menggunakan perumpamaan kepada bangsa Israel yang pekerjaannya bertani dan beternak. Akar adalah bagian paling penting dalam tanaman.
Ada tiga fungsi akar dalam suatu tanaman:
·         Absorbsi (penyerapan) unsur hara dan air.
·         Tempat menyimpan cadangan makanan hasil fotosintesis. Biasanya terdapat pada tanaman ubi-ubian: wortel, kentang, dll)
·         Sebagai jangkar yang membantu tanaman berdiri kokoh di atas tanah. Akar berfungsi menentukan kokohnya tanaman.

Bagaimana supaya kita berakar di dalam Tuhan?
1.       Absorbsi (Penyerapan)
“Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku.” Ayub 29:19. (Akar: sheh’-resh memiliki arti berakar dalam-dalam dan permanen. Air: mayim). Untuk berakar kita harus menyerap sesuatu? Ada dua hal yang perlu kita serap untuk memiliki akar yang kuat:
a.       Firman Tuhan
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” 2 Timotius 3:16-17. Seraplah kebenaran Firman Tuhan agar setiap kita memiliki akar yang kuat. Kebanyakan setiap kita menyerap hal-hal yang berasal dari dunia bukan dari Firman. Seraplah Firman Tuhan karena Firman Tuhan mengajarkan kita banyak hal, Firman Tuhan mengajar peran seorang ayah, peran ibu dan juga peran anak, selain itu Firman Tuhan juga berfungsi untuk menegur kesalahan setiap kita. Jadikanlah Firman Tuhan di posisi tertinggi dalam hidup kita (Mazmur 138:2). Firman Tuhan merupakan susu untuk pertumbuhan iman setiap kita (1 Petrus 2:2), Firman Tuhan merupakan makanan rohani kita yang membawa ke dalam kekekalan (Matius 4:4), Firman Tuhan adalah kebenaran dalam kehidupan kita (Yohanes 17:14, 17), Firman Tuhan juga membawa setiap kita ke adalam kekekalan hidup (1 Petrus 1:25), Firman Tuhan merupakan sumber kebahagiaan hidup setiap kita (Mazmur 119:162 dan Mazmur 1:1-3), dan juga Firman Tuhan merupakan pelita kehidupan kita yang mengarahkan langkah hidup setiap kita (Mazmur 119:105). Oleh sebab itu seraplah Firman Tuhan dalam kehidupan kita.
b.      Air Hidup
“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Yohanes 4:14. Yesus adalah mata air yang terus memancar sampai kehidupan kekal kita. Ketika kita menyerap air kehidupan yang berasal dari  Yesus maka air itu akan membawa kita ke dalam keselamatan, “Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.” Yesaya 12:3. Kita perlu memiliki hubungan yang terus menerus dengan Tuhan agar setiap kita memiliki akar yang kuat, saat hubungan kita dengan Tuhan kuat maka akar kita pun akan kuat, “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yohanes 7:37-38. Minum dalam bahasa yunani berasal dari kata ‘pineto’ yang memiliki arti suatu tindakan yang berkesinambungan yang dilakukan terus menerus. Terus seraplah air kehidupan dalam hidup kita, Yohanes 7:38, 2 Petrus 2:17).
2.       Tetap Kokoh
“Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.” Amsal 12:3. Saat kita memiliki akar yang kuat maka kita tidak tergoncangkan, tidak kuatir akan hidup dan sanggup bertahan apapun masalah dan pergumulan kita. “janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.” Roma 11:18. Salah satu fungsi akar dalam hidup kita adalah sebagai penopang hidup ‘bastozo’. Bastozo memiliki arti memikul, menderita, mengandung dan menunjang. Jangan bangga dengan cabang-cabang kehidupan kita tetapi perhatikan akar kehidupan kita dan periksalah sudahkan kita memiliki akar hidup yang kuat.
3.       Berhasil
“Orang fasik mengingini jala orang jahat, tetapi akar orang benar mendatangkan hasil.” Amsal 12:12. Kata berhasil, ‘nathan’ memiliki arti memberikan, menyerahkan, membuat dan menambahkan. Saat kita memiliki akar yang kuat maka kita akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Yeremia 17:8. Dalam nats tersebut kata berhasil memakai kata aw-saw yang artinya memproduksi, menghasilkan. Jika kita memiliki akar yang kuat maka kita akan terus menghasilkan buah-buah yang matang dalam kehidupan kita. “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mazmur 1:3. Menghasilkan dalam Mazmur 1:3 memakai kata tsaw-lakh yang memiliki arti beruntung, berkuasa, berguna dan menyenangkan. Saat kita memiliki akar yang kuat kita akan berhasil dan memiliki buah yang matang, tetap dan menyenangkan dalam kehidupan kita.
Terus berakar di dalam Tuhan, seraplah kebenaran Firman Tuhan dan Air Kehidupan, tetap kokoh dan saat kita sudah berakar dengan benar maka keberhasilan akan Tuhan beri buat setiap kita. “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Efesus 3:17.

Kamis, 19 Februari 2015

Iri Hati



Di dalam diri setiap manusia ada satu monster yang ganas yang bisa merusak damai sejahtera dan sukacita di dalam hidup setiap kita, monster itu bisa menghancurkan masa depan kita. Dia ada pada anak-anak, orang tua, baik pria dan wanita. Monster itu adalah iri hati. Moster itu sangat membahayakan diri kita. Iri hati adalah perasaan tidak senang, tidak suka, tidak bahagia ketika kita melihat kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan orang lain yang kita inginkan. Terkadang banyak anak Tuhan yang masih iri dengan kesuksesan orang fasik di dalam dunia. Firman Tuhan dalam Amsal 24:19-20, “Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.” Kita tidak boleh memelihara iri hati dalam kehidupan kita. Saat ada iri hati Tuhan tidak akan memberkati hidup kita. Ada tiga hal buruk yang akan terjadi saat ada iri hati dalam hidup kita.
1.       Merusak Hubungan Kita Dengan Tuhan
Saat ada iri hati dalam hidup kita maka hubungan kita dengan Tuhan akan rusak. “Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.” Lukas 15:28. Ketika anak sulung itu iri hati, ia marah kepada bapanya. Demikian juga hidup kita, saat kita memelihara iri hati maka hubungan kita dengan Tuhan akan terganggu.  Terkadang setiap kita iri saat melihat rekan kita yang jarang ibadah tetapi hidupnya sukses dan kita protes dengan Tuhan. Hal itulah yang membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi terganggu. Jangan pelihara iri hati di dalam hidup setiap kita agar hubungan kita dengan Tuhan tidak menjadi rusak.
2.       Merusak Hubungan Kita Dengan Sesama
“Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?” 1 Korintus 3:3. Kalau kita sudah menjadi pengikut Tuhan tetapi kita masih menyimpan rasa iri hati maka kita sama halnya dengan manusia duniawi yang memikirkan hal-hal dunia. Saat ada iri hati maka hubungan kita dengan sesama pun akan menjadi rusak. Karena iri hati mendatangkan perselisihan, pertengkaran dan perpecahan.
3.       Merusak Diri Kita Sendiri
“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Yakobus 4:1-2. Saat ada iri hati, selain merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, iri hati juga merusak diri kita sendiri. Saat ada iri hati berarti itu juga merusak masa depan kita.

Bagaimana cara kita untuk menghilangkan dan mengalahkan iri hati? Ada tiga hal yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan iri hati dalam hidup kita.
1.       Tidak Membandingkan kehidupan Kita Dengan Orang Lain
“Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.” Lukas 15:30. Tuhan memberikan berkat yang berbeda-beda buat setiap kita. Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain. Jangan iri hati saat melihat orang lain lebih hebat dari pada kita. Saat ada orang lain yang lebih hebat dari kita jangan iri hati, tetap berdoa dan kembangkan kapasitas kita sehingga berkat Tuhan yang datang akan lebih besar dalam hidup kita. Jangan bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.
2.       Mengucap Syukur Atas Berkat tuhan yang Ia Berikan Kepada Setiap Kita
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.” Lukas 15:31. Mengucap syukurlah buat setiap keadaan kita. Saat kita bisa mengucap syukur maka kita bisa mengembangkan kapasitas hidup kita. Jangan kalah dengan iri hati tetapi teruslah mengucap syukur dan kembangkan kapasitas kita. Teruslah mengucap syukur dan jangan salahkan Tuhan saat melihat berkat yang Tuhan curahkan buat orang lain.
3.       Hidup di dalam Kebenaran dan Roh
“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” Roma 8:5-6. Saat roh kita kuat dan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Maka keinginan kita akan dikendalikan oleh Roh bukan kedagingan kita. Terus dekatkan diri kita kepada Tuhan. Jangan kembangkan kedagingan kita dan kembangkan manusia roh kita. Saat manusia Roh kita semakin hari semakin kuat maka iri hati tidak akan ada dalam hidup kita.