Senin, 10 Maret 2014

Dasar Yang Benar

                Khotbah Tuhan Yesus di bukit dalam Injil Matius Pasal 5 sampai 7 yang disampaikan kepada orang banyak merupakan pengajaran Tuhan Yesus buat setiap kita orang yang percaya pada-Nya. Dari banyaknya pengajaran yang diberikan oleh Yesus ditutup dengan khotbah tentang dua macam dasar dalam Matius 7:24-27. Dua dasar yang dimaksud adalah membangun rumah di dasar batu dan dasar pasir. Dua orang yang diibaratkan membangun rumah di atas batu dan pasir ini adalah keadaan orang Kristen yang sama-sama mendengar Firman Tuhan tetapi yang membedakan mereka adalah respon setelah mendengar Firman Tuhan tersebut.
                Orang yang membangun di atas batu adalah orang yang mendengar Firman Tuhan, merenungkannya dan melakukannya sehingga membawa dampak yang luar biasa dalam hidupnya. Sama hal juga dengan orang yang membangun diatas pasir, orang tersebut juga sama-sama mendengarkan Firman Tuhan tetapi sebatas mendengar saja dan tidak melakukannya. Seperti kita ketahui, kokohnya suatu bangunan tergantung dengan pondasi bangunan tersebut. Begitu juga dengan hidup kita, saat kita mempunyai dasar yang benar maka badai sekuat apapun yang menerjang, kita akan tetap berdiri kokoh. Jangan sekedar mendengar Firman Tuhan saja dan mencari siapa yang cocok dengan Firman Tuhan yang kita dengar, tetapi setiap Firman yang kita dengar itu adalah Firman Tuhan buat setiap kita yang mendengarnya .bukan untuk orang lain.
                Saat kita meletakan segala sesuatu pada dasar yang benar maka ada suatu kekuatan yang menopang hidup kita. Ada beberapa kebenaran saat kita membangun segala sesuatu pada dasar yang benar.
1.       Ciri Orang Yang Bijaksana
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Matius 7:24. Setiap orang yang merenungkan Firman Tuhan akan disebut sebagai orang yang bijaksana. Setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan menaruhnya dalam hatinya adalah orang yang bijaksana yang dapat mengambil keputusan yang tepat saat situasi yang tidak baik terjadi. Saat ada pergumulan, proses, tekanan ataupun kesesakan, orang yang suka merenungkan Firman Tuhan akan memiliki respon yang benar, setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah Firman bukan cacian ataupun makian.
Matius 7:26, “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.” Lawan orang yang bijaksana adalah orang bodoh. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Efesus 5:17. Mengertilah apa yang menjadi kehendak Tuhan dan renungkan itu siang dan malam sehingga kita bisa menjadi orang yang bijaksana dan tidak bebal. Orang bijaksana senang mendengar dan merenungkan Firman Tuhan sehingga ia akan dipenuhi hikmat Tuhan dan mampu melakukan apa yang Tuhan mau. Saat kita mengerti apa yang Tuhan mau maka hidup kita akan beruntung dan berhasil. Jangan menjadi bebal dan tidak mengerti apa yang Tuhan mau. Milikilah pondasi yang benar dalam hidup ini dan hiduplah sebagai orang yang arif dan bijaksana.
2.       Membuat Kita Kokoh Menghadapi Tantangan
“Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. “ Matius 7:25. Orang yang memiliki dasar yang benar akan kuat saat menghadapi tantangan. Tuhan tidak mengeklusifkan orang yang dekat sama Tuhan. Setiap kita pasti menghadapi badai hidup. Masalah, pergumulan pasti akan datang kepada setiap kita. Tetapi yang membedakan adalah saat seseorang memiliki dasar yang benar ia akan tetap kokoh saat badai datang, tetapi orang yang tidak memiliki dasar yang benar akan rubuh saat badai datang. “Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Matius 7:27. Milikilah dasar yang benar dalam hidup ini. Masalah boleh datang tetapi orang yang memiliki dasar yang benar tidak akan melihat besarnya masalah yang kita hadapi tetapi ia akan terus memandang dasyatnya Tuhan Allah kita. Apapun masalah kita pasti ada jalan keluar di dalam Tuhan.
3.       Mampu menghadapi Ajaran Yang Tidak Sehat Dalam Hidup Ini
“Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 2 Timotius 2:19. Judul perikop nats Alkitab tersebut adalah Nasihat dalam menghadapi pengajaran yang sesat. Pada saat gereja mula-mula ada banyak terdapat ajaran-ajaran tidak sehat dan sampai sekarang pun ajaran-ajaran yang tidak sehat itu masih sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak ajaran-ajaran sesat hari-hari ini, seperti saksi yehova, pengagung nama YHWH dan yang lainnya. Agar setiap kita tidak diombang-ambingkan ajaran tersebut maka milikilah pondasi yang benar dalam hidup ini. Sering baca Firman sehingga setiap kita mengetahui kebenaran Allah.
4.       Dasar Yang Benar Berhubungan Dengan Upah Yang Akan Kita Terima

“Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” 1 Korintus 3:14. Orang yang membangun segala sesuatu pada dasar yang benar akan mengalami ujian. Sebab segala sesuatu akan diuji oleh Tuhan. Kita mendengar Firman Tuhan dan melakukannya adalah sama halnya dengan setiap kita membangun rumah dengan dasar emas, perak dan permata. Saat Allah mengujinya dengan api maka bangunan itu akan tetap berdiri kokoh. Beda halnya saat kita membangun rumah dengan jerami dan kayu. Saat diuji dengan api maka rumah itu akan hangus terbakar tetapi masih tetap diselamatkan dan diangkat dalam api. Upah yang dimaksud adalah kemuliaan Tuhan yang dinyatakan dalam hidup kita. Ujian pasti datang tetapi upah dari Tuhan sudah menanti setiap kita.

Jumat, 07 Februari 2014

Ucapan Syukur

            Hiduplah dalam ucapan syukur senantiasa. Melihat fenomena-fenomena yang terjadi hari-hari ini, jangan melihat itu semua dari sisi negatifnya tetapi lihatlah makna yang dapat kita pelajari dari setiap kejadian yang terjadi hari-hari ini di bangsa kita. Dari fenomena-fenomena yang terjadi kita tahu bahwa hari Tuhan sudah dekat. Jangan main-main dengan hidup kita. Apakah setiap kejadian dan fenomena-fenomena yang ada merupakan suatu kebetulan? Semua sudah dirancang dan Tuhan mengijinkan itu semua. Tahun ini kita harus hidup dalam penguasaan diri. Dalam 2 Korintus 1:3-11, kita diajarkan untuk hidup dalam ucapan syukur. Saat ada berkat mungkin buat setiap kita bisa dengan mudah mengucap syukur, tetapi saat ada goncangan masihkah kita bisa mengucap syukur? Tetapi biarlah setiap kita belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal. Ada tiga pembelajaran yang kita dapat dari 2 Korintus 1:3-11. Ada tiga hal yang akan kita dapat saat kita mengalami goncangan dan pergumulan dalam hidup kita.

1.      Mengenal Allah Lebih Dekat
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,” 2 Korintus 1:3. Goncangan ada agar kita lebih mengenal lagi Allah yang kita sembah. Biarlah setiap kita tidak hanya mengenal Allah sebagai Sang pencipta langit dan bumi saja tetapi kita akan lebih mengenal setiap kebaikan Allah dalam goncangan dan kesesakan yang kita alami. Goncangan dan kesesakan diijinkan Tuhan ada agar setiap kita melihat kemuliaan Tuhan. Apapun yang terjadi tetaplah percaya Yesus sanggup menolong dan memberikan mujizat buat setiap kita. Mujizat Tuhan berlaku sampai sekarang. Allah yang kita sembah bukan Allah yang tinggal dalam sejarah, tetapi Allah yang hidup dan berkuasa dulu, sekarang dan selamanya. Seperti halnya mujizat pertama yang dilakukan Yesus di tengah-tengah sebuah keluarga di Kana, begitu juga saat ini, mujizat Tuhan Yesus masih ada di tengah-tengah keluarga kita. Apapun pergumulan kita di tengah-tengah keluarga kita yakinlah ada mujizat Allah yang bekerja di keluarga kita. Saat kita yakin dan percaya dengan Tuhan dan melibatkan Tuhan dalam segala sesuatu, kita pasti melihat dan mengalami mujizat demi mujizat setiap harinya. Apapun masalah dan pergumulan kita, ingatlah selalu Allah Bapa kita adalah sumber penghiburan.

2.      Menjadi Lebih Dewasa
“yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” 2 Korintus 1:4. Saat setiap kita mengalami kesesakan dan pergumulan, seberapa banyak setiap kita bertanya mengapa kita perlu menderita? Mengapa setiap kita harus mengalami kesesakan? Ada tiga hal mengapa kita menderita dan mengalami setiap kesesakan.
a.      Karena kesalahan kita sendiri
Tatalah diri kita! Selaraskan hidup kita dengan Tuhan. Banyak hal yang kita alami biasanya terjadi karena kesalahan kita sendiri. Seperti halnya Simson yang lahir dengan luar biasa, seorang yang dipilih Allah, tetapi karena kesalahannya sendiri dan hidup seenaknya sendiri akhirnya hidupnya hancur dan dipermalukan oleh banyak orang. Simson salah mencari pasangan hidup. Carilah istri yang takut akan Tuhan dan tidak membiarkan pelitanya padam. Contoh lainnya adalah Gehazi yang serakah mengambil persembahan dari Naaman dan akhirnya ia kena kusta yang diderita oleh Naaman. Jangan sampai kita terbawa oleh dunia ini dan terus minta pertolongan Tuhan untuk setiap kita menjalani hidup kita.
b.      Karena orang lain
Seperti halnya Yusuf yang penuh hikmat dan penuh dengan Roh Allah. Ia menjadi orang kepercayaan raja dan Allah saat ia hidup. Tetapi sebelum menerima itu semua, proses yang besar telah Yusuf lewati sebelum ia menjadi orang kepercayaan Tuhan dan raja. Saudara-saudara Yusuf iri melihat Yusuf dan merancang sebuah rencana untuk mencelakaan Yusuf. Tetapi saat yusuf tetap kuat dan beriman kepada Allah. Manusia boleh mereka-rekakan yang jahat buat setiap kita tetapi Allah mereka-rekakan kebaikan buat setiap kita. Begitu juga halnya dengan Daud yang dikejar oleh mertuanya tetapi pembelaan Allah terus ada dalam hidup Daud. Terus miliki hubungan yang baik dengan Allah dan percaya ada Allah di pihak kita.
c.       Karena diijinkan oleh Tuhan
Hal ini dialami oleh Paulus dan Ayub. Mereka dibuat dalam keadaan nol oleh Tuhan dan Tuhan mengijinkan masalah dan pergumulan datang kepeda mereka. Tetapi Paulus berkata di dalam penderitaan ia mengalami Allah. Di dalam setiap penderitaan Allah membuatnya semakin dewasa dalam Tuhan. Apapun yang terjadi teruslah hidup dalam penguasaan diri.

3.      Menjadi Berkat Bagi Orang Lain
“Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.” 2 Korintus 1:6. Tujuan dari penderitaan yang kita alami adalah untuk menjadi berkat dan kekuatan bagi orang lain lewat kesaksian hidup kita. Setiap kita bisa merasakan penderitaan orang lain saat kita sudah terlebih dahulu merasakan hal itu. “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.” 2 Korintus 1:11. Kita tidak sendiri, banyak orang yang berdoa buat setiap kita. Teruslah mengucap syukur apapun yang kita alami. Jangkaulah mereka yang belum terjangkau. Tolonglah mereka yang belum tertolong. Terus belajar memberkati dan menguatkan orang lain dan hadapi tahun 2014 dengan penuh ucapan syukur.

Selasa, 21 Januari 2014

Bersyukur di Tengah Kesesakan

                Mazmur 138 adalah nyanyian Raja Daud saat ia mengalami kesesakan. “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” Mazmur 138:7. Ada kesesakan yang di alami oleh raja Daud. Mengapa perlu ada suatu kesesakan, karena lewat setiap kesesakan kita Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya. Kesesakan adalah suatu keadaan terhimpit. Seperti keadaan seseorang yang berada di dalam lorong yang sempit, ia tidak bisa bergerak ke kanan, ke kiri, ke depan atapun ke belakang. Tetapi ingatlah saat mengalami kesesakan ada tangan Tuhan yang menolong setiap kita. Seperti halnya raja Daud yang mengalami pertolongan Tuhan di saat kesesakannya.
Ada tiga pertanyaan yang muncul dalam nyanyian raja Daud di Mazmur 138 ini:
1.       Mengapa raja Daud berseru dan bersyukur kepada Allah?
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.” Mazmur 138:1. Mengapa raja Daud bersyukur di dalam kesesakannya? ada dua alasan mengapa raja Daud bisa bersyukur di dalam kesesakannya.
a.       Tuhan menjawab apa yang menjadi doa raja Daud
“Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku,…” Mazmur 138:3a. Raja Daud bersyukur karena ia tahu bahwa Tuhan menjawab seruan raja Daud di tengah kesesakannya. Ia bersyukur karena saat ia berseru Tuhan sudah memberi jawaban kepada raja Daud. Ada tiga jawaban yang Tuhan berikan buat setiap kita saat kita berseru. Ya, Tuhan akan langsung memberi apa yang ia serukan. Tidak, Tuhan tidak memberikan apa yang kita serukan tetapi ia akan memberikan apa yang terbaik dari pada apa yang kita minta karena Ia tau apa yang baik buat setiap kita. Tunggu, Tuhan sudah menjawab doa kita dan kita tunggulah waktu untuk Tuhan memberi itu semua karena waktu Tuhan adalah waktu yang terbaik buat setiap kita. Raja Daud bersyukur karena ia tahu yang terbaik pasti ia akan terima. Ia tahu cara Tuhan sungguh luar biasa bahkan setiap kita tidak bisa menyelami apa yang Tuhan kerjakan.
Mungkin setiap kita bertanya, Apa sih susahnya untuk Tuhan memberikan langsung apa yang kita serukan? Tapi ingat seperti halnya penciptaan alam semesta yang membutuhkan waktu enam hari berdasarkan waktu Tuhan, begitu juga Tuhan menjawab doa dan seruan kita. Tuhan bisa menciptakan segala sesuatu secara cepat tetapi Tuhan kita menyukai proses. Tuhan mengajarkan setiap kita untuk melalui  proses, menikmati proses Tuhan dan terus berdoa saat proses itu datang.
b.      Tuhan memikul beban raja Daud
“…Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. “ Mazmur 138:3b. Tuhan memberi kekuatan untuk setiap kita mengangkat beban dan masalah hidup kita. Jangan minta kepada Tuhan beban yang ringan tetapi mintalah bahu yang kuat agar kita bisa memikul beban tersebut. 
2.       Apa yang menjadi alasan raja Daud berseru kepada Allah?
“TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh.” Mazmur 138:6. Apa yang menjadi alasan raja Daud berseru kepada Allah? Ada dua alasan mengapa raja Daud harus berseru kepada Allah.
a.       Dia merasa tidak mampu menyelesaikan sendiri
“Dia yang mengingat kita dalam kerendahan kita; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Mazmur 136:23. Raja Daud merendahkan diri dan ia merasa tidak mampu menyelesaikan setiap kesesakan jika Tuhan Allah tidak menolongnya. Ia memiliki kerendahan hati dan tidak menyelesaikan setiap kesesakan dengan kekuatannya sendiri. Ia tahu ia bisa berdiri bukan karena kuat dan gagahnya tetapi karena Allah yang selalu menopangnya.
b.      Raja Daud percaya Allah sanggup menolongnya.
“Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.” Mazmur 138:2. Raja Daud yakin kalau pribadi yang ia minta tolongi adalah pribadi yang sanggup menolongnya. Ia tahu kalau Allah Bapanya penuh kasih dan sayang kepada anak-anak-Nya. Ia juga Allah yang setia. Raja Daud yakin akan janji Allah dalam hidupnya. Nama kita berhubungan dengan janji yang Tuhan dan Tuhan tidak pernah ingkar janji. “Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.” 2 Korintus 1:20.
3.       Syukur yang bagaimana yang dimiliki oleh raja Daud
Syukur yang bagaimanakah yang dimiliki oleh raja Daud? Ada dua macam syukur yang dimiliki raja Daud.
a.       Syukur dengan segenap hatinya
“Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.” Mazmur 138:1.Raja Daud bersyukur dengan segenap hatinya di tengah kesesakan yang ada.
b.      Syukur yang terbuka dan yang menjadi kesaksian buat sekitarnya
Raja Daud bersaksi buat setiap kita saat ia dalam kesesakan dan Tuhan menolong setiap kesesakannya. Terus miliki gaya hidup bersaksi buat sekitar kita. Apapun yang kita alami dan hadapi saat ini ingatlah ada tangan kanan Tuhan yang siap menolong setiap kita. Kekuatan dari Syukur itu luar biasa.

Orang yang bisa berlutut di hadapan Tuhan akan Tuhan buat ia berdiri untuk menyatakan kebaikan Tuhan yang ia alami. Tetapi orang yang terus berdiri dan tidak mau berlutut di hadapan Tuhan akan Tuhan paksa agar ia mau berlutut dan berserah.  

Confidant Of God

                “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” 1 Korintus 4:1-2. Kita adalah orang-orang kepercayaan Tuhan. Salah satu tokoh dalam Alkitab yang bisa menjaga kepercayaan Tuhan adalah Yusuf. “Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.” Kejadian 41:38-39. Menjadi orang kepercayaan Allah harus dimulai dengan dipenuhi Roh Allah.
                Sebelum menjadi orang kepercayaan, Yusuf banyak mengalami proses dalam hidupnya. Ia dibuang dan dijual oleh saudara-saudaranya. Tetapi dalam Kejadian 50:20 ia berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Apa yang dialami oleh Yusuf seakan-akan kebetulan, tetapi semua sudah direncanakan Tuhan dari semula.
                Roh Allah ada pada diri seorang Yusuf sehingga ia bisa mengambil respon dengan baik saat menghadapi masalah atau proses. Di rumah Potifar pun, Yusuf dipercayakan untuk mengatur segala sesuatu yang ada. Tetapi tidak berhenti sampai situ, Saat ada kepercayaan yang sudah diberi, pasti ada godaan yang akan kita alami. Begitu juga halnya dengan Yusuf yang digoda oleh istri Potifar. Di tahun 2014 ini, godaan pasti selalu ada dalam hidup kita. Tetapi bukan masalah godaannya tetapi bagaimana respon kita saat kita menghadapi godaan itu. Saat dihadapkan dengan godaan, respon Yusuf adalah menolak godaan itu (Kejadian 39:8-9) dan ia lari meninggalkan dosa itu. Beranilah berkata tidak untuk dosa. Pegang apa yang Tuhan percayakan buat setiap kita. Walaupun Yusuf akhirnya dipenjara karena difitna oleh Istri Potifar. Bersama Tuhan Yusuf akhirnya dibebaskan. Saat Roh Tuhan ada bersama-sama kita, tidak ada ikatan yang tidak bisa dilepaskan oleh Tuhan.
                “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan. ….. Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku. TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.” Mazmur 118:5-9, 13-17. Jangan berharap pada manusia tetapi teruslah berharap pada Tuhan. Kalau Tuhan terus bersama dengan kita, ada tangan kanan TUHAN yang melakukan keperkasaan, ada tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan setiap kita. Saat Tuhan sudah meninggikan setiap kita, jangan lupa untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan kepada sekitar kita. (Mazmur 118:17). Kita adalah anak-anak Tuhan yang menerima tanda dari Tuhan, kita memiliki tanda untuk menerima warisan kerajaan Allah. Tanda itu diberikan buat setiap kita bukan karena kehebatan setiap kita tetapi semua karena ada Roh Allah dalam hidup kita.
                Kalau Yusuf tidak memiliki integritas yang tinggi, ia akan jatuh saat digoda oleh istri Potifar, karena saat itu tidak ada orang yang berada di rumah Potifar. Terus miliki integritas dalam hidup ini. Tidak usah banyak omong, tetapi biarlah orang melihat dan memandang sendiri dan percaya kalau setiap kita adalah hamba yang bisa dipercaya. Ujian boleh terus terjadi, bahkan seperti seorang Daud yang mengalami titik nol saat berada di Ziklag. Tetapi saat ia berseru kepada Tuhan dan mendengar apa yang Tuhan perintahkan, maka ada pemulihan dalam hidup Daud.

                Promosi Tuhan juga akan datang kepada setiap kita saat kita pegang perintah Tuhan. Tetapi saat kita sudah dipromosikan oleh Tuhan, jangan sampai kita lengah akan promosi itu. Terus mata kita terpaut dengan Tuhan. Hati-hati melangkah di tahun ini dan jangan sia-sia kan kepercayaan yang Tuhan sudah berikan buat setiap kita di tahun 2014 ini. Jangan main-main dengan pergaulan kita, jangan main-main dengan hidup kita, jangan main-main dengan pekerjaan kita, keluarga kita dan semua hal yang sudah Tuhaan percayakan dalam hidup setiap kita. Saat kita bisa menjaga kepercayaan Tuhan maka ada hal yang besar yang akan Tuhan beri buat setiap kita.

Selasa, 07 Januari 2014

Daud dan Mefiboset

                Yesus yang berasal dari surga rela turun ke bumi hanya untuk setiap kita. Ia datang ke dunia untuk menyelamatakan setiap kita anak-anakNya. Tetapi terkadang setiap kita tidak mengerti akan hal ini. Tuhan datang untuk memulihkan keadaan setiap kita. Menyembuhkan yang sakit, memberkati setiap kita dan menyelamatkan kita. Tuhan datang ke bumi untuk mengembalikan posisi kita seperti saat manusia pertama diciptakan. Itulah Tuhan kita Yesus Kristus yang sungguh baik buat setiap kita.
                Dalam kisah 2 Samuel 9:1-13. Kita akan belajar tokoh-tokoh yang ada dalam kisah tersebut. Dalam 2 Samuel 9 ini kita akan belajar tentang Daud dan Mefiboset. Saat Saul di dapati tidak berkenan di hadapan Allah. Kita menemukan tokoh Daud yang menggantikannya sebagai raja. Saat Samuel datang ke tempat Isai, orang tua Daud, banyak kakak-kakak Daud yang menurut pemandangan manusia baik dan layak. Tetapi saat Samuel bertanya kepada Allah, mereka semua tidak di pilih Allah. Allah justru memilih Daud daripada kakak-kakaknya. Bukan apa yang dilihat manusia baik yang dipilih Allah. Allah jauh melihat ke dalam hati setiap manusia. Kenapa Daud dipilih Allah? Daud dipilih Allah karena Daud memiliki hati yang benar. Mungkin banyak orang tidak melihat kita dan memandang kita sebelah mata, tetapi ingat ada Tuhan yang terus memperhatikanmu. Terus jaga hati kita dari segala kewaspadaan karena Allah melihat hati kita bukan paras kita. Waktu Daud hanya di suruh mengembalakan kambing domba yang Cuma dua tiga ekor oleh orang tuanya, ia melakukannya dengan senang hati tanpa iri dengan kakak-kakaknya yang biasa tampil di medan perang.
                Daud selalu mengucap syukur buat setiap hal yang terjadi dalam hidupnya. Apapun yang di hadapi Daud, ia selalu bersyukur dan tetap memuji Tuhan. Hingga akhirnya Daud di urapi menjadi raja. Tetapi dalam kisah Daud, ia tidak langsung diurapi menjadi raja. Ada proses besar yang harus di hadapi Daud. Daud harus melawan Goliath sebelum ia di urapi menjadi seorang raja. Saat menghadapi Goliath, Daud tidak takut. Ia memiliki iman yang kuat dan yakin Tuhan akan menolong dan membelanya. Daud tidak menyerah menghadapi itu semua. Mungkin banyak masalah atau proses yang diijinkan Tuhan untuk setiap kita alami, saat kita percaya pada Tuhan Yesus maka tidak ada alasan untuk setiap kita menyerah dalam proses hidup kita. Seperti halnya Daud yang mengenal Allahnya dengan benar. Saat Goliath menghina Allah orang srael, Daud maju melawan Goliath. Ia tidak ‘sok-sokan’ saat melawan Goliath. Ia mendatangi Goliath dengan nama Tuhan dan apa yang ada padanya yaitu pengalia-alianya. Singkat cerita Daud bisa mengalahkan Goliath dan Ia Bisa mengatasi dan melewati proses yang Tuhan berikan.
                Dalam 1 Samuel 18, kita menemukan tokoh Yonatan anak Saul yang merupakan sahabat dari Daud. Mereka saling mengasihi seperti saudara sendiri. Sampai-sampai pada 1 Samuel Pasal 20 terjadi perjanjian antara Daud dan Yonatan. 2 Samuel 9: 1. “Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan." Daud masih mengingat janjinya dengan Yonatan. Saat Yonatan mati pun Daud juga bersedih hati. 2 Samuel 1:25-26. Saat Yonathan bertemu dengan Daud, umur Yonatan 30 Tahun dan Daud berumur 18 Tahun. Sedangkan saat itu umur Mefiboset, anak Yonatan adalah 5 Tahun. Saat Saul dan Yonatan mati, Mefiboset diasuh oleh inang pengasuhnya dan mefiboset pernah jatuh sehingga ia menjadi cacat tidak bisa berjalan. Tetapi Daud masih ingat perjanjiannya dengan Yonatan sehingga ia mencari keturunan Saul yang masih hidup. Akhirnya ditemukan juga Mefiboset.
                Saat Yonatan mati, Mefiboset tinggal di Lodebar. Ia bersama pengasuhnya melarikan diri ke lodebar dan tinggal dalam kemiskinan. Kata Lodebar memiliki arti ‘Tidak ada Tuhan’. Berbeda dengan kota Yerusalem yang memiliki arti ‘Kota Damai’. Saat dipanggil oleh Daud, Mefiboset merasa hina dan tidak pantas. Tetapi tuhan masih memberikan kasih karunia kepada Mefiboset. Daud mengajak kembali Mefiboset untuk makan sehidangan dengan raja. Lewat Daud terjadi pemulihan hidup Mefiboset. Siapapun kita dan bagaimanapun keadaan kita hari ini, terus mengucap syukur karena kasih karunia Allah masih ada buat setiap kita seperti halnya kasih karunia yang diterim oleh Mefiboset. Saat diundang Raja, Mefiboset tidak sombong dan mengakui siapa dirinya. Hari-hari ini respon hati ang benarlah yang lagi di cari Tuhan. Saat kita bisa rendah hati dan bergantung pada Tuhan, tuhan akan terus mencuraghkan berkatnya buat setiap kita.

                “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman. Hutan akan runtuh seluruhnya dan kota akan direndahkan serendah-rendahnya Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air, yang dapat membiarkan sapi dan keledainya pergi ke mana-mana!” Yesaya 32:15-20. Harapkanlah Roh Kudus turun atas setiap kita. Maka kita akan merasakan damai sejahtera dan ketenangan. Ada waktunya Tuhan memulihkan keadaan setiap kita. Apapun masalah yang kita hadapi hari-hari ini, ada Tuhan yang terus menyertai kita. Terus andalkan Tuhan dalam hidupmu. 

Berhala dalam Hati Manusia

                Berapa banyak diantara setiap kita yang rindu Tuhan mengubah keadaan kita? Mengubah kondisi ekonomi kita, mengubah padang gurun dalam hidup kita. Itulah yang banyak diminta setiap kita kepada Tuhan. Tetapi, pernahkan kita meminta Tuhan mengubah hati setiap kita? Seberapa banyak diantara kita juga rindu diberkati oleh Tuhan. Tetapi berapa banyak diantara kita yang rindu Tuhan membebaskan setiap kita dari keterikatan kita?
                “Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi. Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.” Kejadian 29:30-31. Tuhan memperhatikan orang-orang yang tidak memiliki pembelaan dan orang-orang yang tidak mendapat kasih di dunia ini. Dari awal Lea mengetahui kalau ia tidak dicintai oleh Yakub. Ia meratapi nasibnya dan Tuhan memperhatikan keadaan Lea. Maka dibukalah kandungan Lea tetapi Rachel mandul.  Tuhan membuat Lea mengandung dan lahirlah Ruben. “Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku." Kejadian 29:32. Saat Lea melahirkan Ruben, ia bersaksi tentang kebaikan TUHAN, tetapi di akhir kesaksiannya ia mulai mengandalkan apa yang ia punya. Ia mengandalkan Ruben agar Yakub bisa mencintainya. Mata Lea tertuju pada berkat yang Tuhan kasih yaitu Ruben. Saat Lea tidak punya apa-apa ia mengandalkan Tuhan tetapi saat Tuhan sudah mencurahkan berkat buatnya ia mulai lupa akan Tuhan. Berbeda dengan kisah Petrus yang disuruh Tuhan untuk kembali ke tengah danau dan menebar jalanya, walau Petrus sempat membantah tetapi ia melakukan apa yang Tuhan katakan. Akhirnya Petrus mendapatkan ikan yang berlebih. Saat Tuhan memberkati Petrus, mata Petrus tidak tertuju kepada berkat yang sudah Tuhan beri, matanya tertuju pada Yesus dan ia semakin percaya kalau Yesus adalah Tuhan.
                “Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.” Kejadian 29:33-34. Seringkali kita minta kepada Tuhan sesuatu dan berpikir hidup kita akan bahagia saat kita mendapatkan apa yang kita minta dan doakan itu. Tanpa kita sadari, sesuatu itu akan menjadi berhala dalam hidup kita. Seperti halnya Lea yang matanya tertuju dengan berkat yang diberi oleh Tuhan kepadanya. Kalau berkat yang diberikan Tuhan membuat mata kita tidak tertuju kepada Tuhan maka berkat itu akan menjadi berhala buat setiap kita. Apapun yang kita andalkan dalam hidup kita selain Tuhan itu namanya berhala. Andalkan terus Tuhan dalam hidup kita. Terkadang setiap kita saat ditanya apakah kita mau dipakai oleh Tuhan? Kita mengangkat tangan kita karena kita mau dipakai oleh Tuhan. Tetapi kenyataannya kitalah yang memakai Tuhan untuk mengabulakan setiap keinginan kita lewat doa-doa kita. Setiap kita pasti mengalami kompetisi dalam hidup ini, tetapi saat kita mengijinkan kompetisi itu masuk ke dalam hati kita, itu akan membuat berhala buat setiap kita. Karena saat kompetisi itu masuk ke hati kita, itu akan membuat setiap kita mau lebih, lebih dan lebih lagi akan kompetisi itu. Demikian juga yang dialami oleh Lea, ia berkompetisi merebut hati Yakub dengan Rahel. Saat Tuhan sudah memberinya anak, ia meminta lebih dan lebih lagi. Begitu juga lah yang akan kita alami saat kita diberkati Tuhan akan sesuatu. Kita pasti tidak akan puas dan terus minta dan minta lagi agar diberkati. Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah yang akan kita lakukan saat kita sudah diberkati Tuhan? Apakah mata kita tertuju pada berkat Tuhan? Apakah dengan berkat itu kita mau dunia melihat kita? Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan dan apapun berkat yang sudah kita terima hendaknya mata kita terus tertuju pada Tuhan dan kita semakin cinta dengan Tuhan saat kita diberkati. Saat mata kita tertuju pada berkat Tuhan maka berkat itu akan menjadi berhala buat setiap kita.
                “Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.” Kejadian 29:35. Akhirnya Lea bersyukur kepada Tuhan. Ia mengalami pertobatan dalam hatinya. Setiap dosa dimulai dari berhala yang muncul dalam hati manusia. Arti nama Yehuda adalah Praise, pujian kepada Tuhan. Lea mengalami metanoya. Ia bersyukur sehingga damai sejahtera itu turun kepadanya, hatinya penuh dalam Tuhan. Ia tidak cemburu lagi pada Rahel karena Tuhan sudah baik akan dia. Tetapi saat Lea bertobat dan berhenti meminta anak agar Yakub semakin cinta. Rahel menjadi cemburu melihat kakaknya. Akhirnya ia memberikan budaknya Bilha sehingga lahirlah Dan dan Naftali. Rahel puas saat lahir Dan dan Naftali. Ia sangat puas karena hatinya dipenuhi kecemburuan dan penyembahan berhala. Kejadian 30:6-8. Ketika melihat hal itu maka Lea pun jatuh kembali kepada penyembahan berhala. Ia juga menyerahkan budaknya perempuan kepada Yakub, yaitu Zilpa maka lahirlah Gad dan Asyer. Setelah itu pun Lea mengandung lagi dan melahirkan Isakhar dan Zebulon. Dan akhirnya ia berhenti mengandung setelah ia melahirkan Dina anak perempuannya. Lea pun akhirnya jatuh pada lubang yang sama saat ia tidak menjaga hatinya. Saat lahir Dina, itu membuat aib buat Lea. Saat seseorang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah Tuhan kasih maka ia akan mendapatkan aib dari apa yang ia minta. Ia terus mengejar dan ia tidak pernah berhasil mengambil hati Yakub karena matanya tertuju kepada berkat bukan kepada Tuhan.

                Apa yang terjadi dalam hidup Lea, itu bisa terjadi dalam hidup kita semua. Jangan tertuju kepada berkat yang Tuhan kasih tetapi biarlah mata kita tertuju pada Tuhan karena Yesuslah yang memberi arti dalam hidup kita. Yesus datang ke dunia untuk mengubah hati setiap kita.

Akulah Terang Dunia

                Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Yohanes 8:12. Yesus berkata: Akulah terang dunia. Dalam Bahasa aslinya memakai kata ‘Egoposcosmos’, ‘ego’ memiliki arti aku, ‘pos’ memiliki arti terang dan ‘cosmos’ adalah dunia. Dunia yang dimaksud dari ayat ini adalah manusia yang mendiami dunia. Jadi maksud dari perkataan Yesus “Akulah terang dunia,” memiliki arti bahwa Yesus datang untuk menerangi manusia dalam kegelapan.  Kita adalah anak Tuhan maka kita harus menjadi terang buat sekitar kita seperti Yesus yang adalah terang dunia. Hal ini ditegaskan lagi dalam Injil Matius 5:13-16.
                Seperti kita ketahui kota Samarinda mendapat sebutan Kota Tepian, kota Balikpapan disebut Kota Beriman, Kota Manado disebut Kota Bersehati, Kota Malang disebut Kota Atlas, dan banyak lagi sebutan tentang kota. Saat kita datang ke Betlehem kita akan membaca sebuat kalimat di kota itu yang berbunyi ‘Light Of The World’ yang berarti terang bagi dunia setiap orang menantikan terang itu. Setiap orang menantikan datangnya Raja Damai yaitu Yesus Kristus. Saat kita membaca Yohanes 8:12, kita akan menemukan kalimat ‘Maka Yesus berkata pula ……’ Ini adalah kedua kalinya Yesus mengatakan hal tersebut. Yohanes 8:1-11, Yesus berjumpa dengan perempuan yang berzinah dan Yesus menerangi wanita ini dalam hidupnya. Yahanes 8:32, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Orang akan merdeka dari dosanya saat Yesus menjadi terang dalam hidupnya dan Firman Allah ada dalam hidupnya. Tidak ada seorang pun yang bisa mengubah hati manusia kecuali Tuhan. Oleh karena itu Yesus berkata, Akulah terang dunia. Terang tidak hanya berbicara menerangi seseorang dalam kegelapan tetapi terang juga berbicara menyembuhkan setiap sakit penyakit yang kita derita, memberi keberanian pada orang-orang yang mengalami ketakutan dan kebebasan buat setiap orang yang terikat.
                Bagaimanakah peran kita sebagai orang Kristen di tengah-tengah dunia ini? Ada tiga peran yang harus kita lakukan dalam hidup ini:
1.       Hidup Penuh Hikmat dan Kebijaksanaan
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Matius 5:13. Garam yang dimaksud dalam Matius 5:13 berbeda dengan garam yang ada di dapur kita. Garam yang di maksud adalah garam versi Yahudi dan Rabi-rabi Israel. Garam yang bisa menjadi tawar saat garam tersebut habis digunakan. Garam disini berbicara tentang hikmat dan kebijaksanaan setiap kita anak Allah yang harus menerangi sekitar kita. “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kolose 4:6. Hendaklah kata-kata kita jangan hambar seperti garam yang hambar, karena saat kita tidak mempunyai hikmat dan kebijaksanaan dalam berkata-kata maka kita akan menjadi batu sandungan dan tidak menjadi terang buat sekitar kita. Milikilah perkataan yang penuh hikmat dan kebijaksanaan untuk menerangi orang-orang disekitar kita. Perkataan berkuasa untuk merobek dan menjahit hati manusia. Seperti halnya Tuhan Yesus yang mempunyai banyak pengikut-Nya, banyak orang mengikut Yesus karena pengajaran Yesus yang berbeda, penuh hikmat dan kuasa. Kata Rasul Paulus dalam Roma 2:19, “dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan,” Dunia lagi menunggu anak-anak Allah untuk menerangi dunia.
2.       Hidup Harus Berbagi
“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” Matius 5:14-15. Kota Israel adalah kota yang terletak di gunung dan Israel memiliki 418 gunung dan bukit. Sebagai umat pilihan Allah yang diberkati Tuhan kita harus hidup berbagi dengan sesama. Seperti halnya Yesus datang ke dunia untuk berbagi kehidupan dengan setiap kita. Hari-hari ini roh akhir jaman sedang menguasai setiap manusia, roh cinta diri mengusai manusia dan banyak manusia yang mementingkan diri mereka sendiri. Kita harus bisa hidup berbagi jangan hidup untuk diri kita sendiri.
Dalam Alkitab Yesus pernah mengutuki pohon ara, mengapa hal itu terjadi? Hal itu terjadi karena Tuhan mau memberi pelajaran untuk setiap kita agar mau berbagi dengan yang lain. Kita harus berbuah dan buah itu bisa dinikmati oleh orang-orang disekitar kita. Hikmat dan kepintaran ada agar setiap kita bisa berbagi dengan sekitar. Begitu juga halnya dengan kekayaan, kekayaan ada agar kita juga bisa berbagi buat orang-orang disekitar kita. Yesus datang ke dunia untuk berbagi. Ia tidak bertanya kepada kita apakah kita mau menyembah dan mengikuti Dia saat Ia mati di kayu salib, tapi ia dengan tulus mau berbagi hidup buat setiap kita.
3.       Mengetahui Tujuan Kita Di Dunia

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Matius 5:16. Kita ada untuk memuliakan Tuhan kita. Apapun yang kita lakukan semua untuk kemuliaan Tuhan. Kemuliaan tidak hanya saat kita digereja bertepuk tangan memberi kemuliaan bagi Tuhan, tetapi kemuliaan berbicara tentang menghormati setiap pekerjaan yang sudah ditanggung jawabkan ke kita. Kemuliaan yang dimaksud adalah hasil kerja kita di dunia ini. Apakah kita nisa menyelesaikan setiap pekerjaan kita dengan baik atau tidak? Apakah hasil kerja atau apapun yang kita lakukan di dunia ini bisa jadi terang buat sekitar kita.